Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SD Negeri di Kudus Ini Gampang Dapat Murid Baru, Ternyata Begini Kiatnya

Abdul Rochim • Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:19 WIB
KUOTA TERPENUHI: Calon siswa baru mendaftar di SDN 1 Barongan, Kudus. (INDAH SANTI/ RADAR PATI)
KUOTA TERPENUHI: Calon siswa baru mendaftar di SDN 1 Barongan, Kudus. (INDAH SANTI/ RADAR PATI)

KUDUS – Di tengah fenomena sejumlah sekolah dasar yang kesulitan mendapatkan murid baru, SD 1 Barongan justru mengalami kondisi sebaliknya.

Sekolah yang berada di Kecamatan Kota Kudus itu kembali menjadi salah satu tujuan favorit orang tua dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Bahkan jauh sebelum pendaftaran resmi dibuka, minat masyarakat sudah terlihat.

Baca Juga: Mahasiswa di Kudus Desak Penghentian MBG, Pemkab hanya Janji Evaluasi CCTV SPPG

Sejak Februari 2026, banyak orang tua mulai melakukan inden atau menyatakan minat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.

Kepala SD 1 Barongan, Nurhadi, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap sekolah yang dipimpinnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal itu tidak lepas dari berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang berhasil diraih para siswa.

“Antusias para orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke SD 1 Barongan memang sangat luar biasa,” ujarnya.

Pada SPMB tahun ini, sekolah hanya menyediakan kuota 84 siswa untuk tiga rombongan belajar (rombel).

Namun jumlah pendaftar mencapai 119 anak sehingga tidak semua calon siswa dapat diterima.

Menurut Nurhadi, salah satu faktor yang mendukung tingginya minat masyarakat adalah pemanfaatan media sosial sekolah yang aktif menyampaikan berbagai kegiatan dan prestasi siswa.

“Banyak orang tua yang mengikuti informasi melalui media sosial, terutama Instagram sekolah. Mereka bisa melihat langsung aktivitas dan prestasi yang dicapai siswa,” katanya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini juga berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Jika biasanya pendaftaran SD dilakukan setelah jenjang SMP, pada tahun ini jadwal pendaftaran SD justru dilaksanakan lebih awal.

“Masih ada masyarakat yang mengira pendaftaran SD dilakukan setelah SMP seperti tahun lalu. Padahal tahun ini jadwalnya berubah dan dimulai lebih awal,” jelasnya.

Dari total 84 siswa yang diterima, sebanyak enam anak berasal dari jalur domisili.

Sementara 26 anak diterima karena telah berusia tujuh tahun sehingga wajib diterima sesuai ketentuan.

Adapun selebihnya merupakan calon siswa berusia minimal 6,5 tahun yang melalui proses seleksi berbasis kesiapan belajar.

Nurhadi menegaskan sekolah tidak menerapkan tes baca, tulis, dan hitung (calistung) dalam proses penerimaan siswa baru.

Sebagai gantinya, sekolah melakukan observasi kemampuan motorik dan interaksi anak.

“Kami mengajak anak-anak berinteraksi untuk melihat kesiapan mereka mengikuti pembelajaran. Selain itu, kami juga mewawancarai orang tua untuk mengetahui keseriusan mereka dalam mendampingi pendidikan anak,” terangnya.

Di sisi lain, Nurhadi mengungkapkan masih ada sebagian warga sekitar yang enggan mendaftarkan anaknya ke SD 1 Barongan meski lokasi rumah mereka sangat dekat dengan sekolah. Menurutnya, sebagian orang tua merasa minder karena menganggap sekolah tersebut terlalu kompetitif.

“Padahal kesempatan terbuka untuk semua. Kadang justru yang dekat sekolah memilih ke tempat lain karena merasa minder terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia menilai prestasi sekolah yang konsisten, didukung promosi melalui media sosial dan keterlibatan aktif orang tua, menjadi faktor penting yang membuat SD 1 Barongan tetap diminati di tengah persaingan antar sekolah yang semakin ketat. (*/him)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#penerimaan murid baru #SPMB Kudus 2026 #SD 1 Barongan #sekolah favorit Kudus #prestasi sekolah dasar Kudus