KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo guna beralih ke sistem controlled landfill.
Langkah ini dilakukan setelah adanya perhatian dari pemerintah pusat agar pengelolaan sampah di daerah memenuhi standar lingkungan yang lebih baik.
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus mulai melakukan penataan area TPA, terutama dengan pengurukan zona pendamping menggunakan tanah uruk.
Baca Juga: Isu Kenaikan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Kudus, Didominasi Kendaraan Roda Dua
Upaya ini menjadi bagian penting dalam mengendalikan dampak lingkungan akibat timbunan sampah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKPLH Kudus, Didik Tri Prasetya, menyampaikan bahwa proses penataan telah berjalan dengan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi.
"Kami sudah mulai melakukan penataan dengan menguruk area pendamping menggunakan tanah uruk yang tersedia. Ini bagian dari upaya perbaikan sistem pengelolaan TPA," ujarnya.
Controlled landfill merupakan metode pengelolaan TPA yang lebih baik dibanding open dumping.
Dalam sistem ini, sampah diratakan, dipadatkan, lalu ditutup tanah secara berkala, misalnya setiap tujuh hari, untuk mengurangi bau, lalat, serta polusi gas metana sehingga lebih ramah lingkungan.
Selain penataan fisik, PKPLH Kudus juga tetap menjalankan program pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) guna mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
"Di samping penataan, kegiatan RDF juga tetap berjalan sampai sekarang. Ini bagian dari proses menuju pengelolaan yang lebih terkontrol," jelasnya.
Didik menambahkan percepatan penataan dilakukan setelah adanya kunjungan kementerian yang menyoroti pengelolaan sampah di Kudus.
Proses pekerjaan masih menyesuaikan kondisi cuaca.
"Kemarin setelah ada kunjungan dari Pak Menteri, kami langsung mulai melakukan penataan di TPA. Sekarang masih terus berjalan, tergantung kondisi cuaca. Kalau tidak hujan, pekerjaan tetap kami lanjutkan," terangnya.
Ia mengakui cuaca menjadi kendala utama, namun pihaknya berupaya menjaga progres agar tetap sesuai target.
"Walaupun cuaca kurang mendukung, kami tetap bergerak terus agar penataan ini bisa segera selesai," tegasnya.
Menjelang libur Lebaran, PKPLH Kudus juga menyiagakan petugas kebersihan, mulai dari penyapu jalan hingga armada pengangkut sampah, agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Pemantauan juga dilakukan terhadap potensi gangguan seperti pohon tumbang.
"Kami siagakan personel selama Lebaran, baik petugas lapangan maupun pengangkutan. Jangan sampai ada pohon tumbang atau hal lain yang mengganggu pelayanan," katanya.
Terkait pengembangan RDF, Didik menyebut peluang dukungan dari luar negeri masih dalam tahap koordinasi.
"Untuk bantuan RDF dari luar negeri, itu masih dalam proses. Kami terus berkoordinasi untuk pengembangannya ke depan," katanya. (dik)
Editor : Abdul Rochim