KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus masih mengandalkan sektor industri padat karya sebagai penopang utama dalam menarik investasi.
Meski hingga kini target investasi tahun 2026 dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum ditetapkan secara resmi, Pemkab tetap optimistis mampu memenuhi target yang akan diberikan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus, Fitrianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian besaran target investasi dari Pemprov Jateng.
Baca Juga: Pemkab Kudus Percepat Universal Coverage BPJamsostek Lewat Program Bapak Asuh ASN
Penetapan angka target diperkirakan akan disampaikan pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Menurutnya, tren investasi di Kudus menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025.
Dari target Rp1 triliun, realisasi investasi mampu mencapai Rp1,094 triliun atau sekitar 101 persen, sehingga melampaui target yang ditetapkan.
Ia menjelaskan, investasi di Kudus saat ini masih didominasi sektor industri pengolahan makanan dan jasa. Kedua sektor tersebut diperkirakan tetap menjadi tulang punggung investasi daerah pada 2026.
Baca Juga: Warga Singocandi Kudus Dikejutkan Penemuan Lansia Meninggal di Rumah, Diduga Sudah Tiga Hari
Selain sektor industri, pembangunan hotel di Kudus juga mulai berkembang, termasuk rencana pembangunan hotel bintang lima yang telah mengantongi izin pemanfaatan lahan.
Investasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.
Fitrianto menambahkan, dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah seperti Batang, Kendal, dan Demak yang memiliki kawasan industri besar, target investasi Kudus umumnya relatif lebih moderat.
Meski demikian, Pemkab tetap berupaya menjaga iklim investasi agar terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. (gal)
Editor : Abdul Rochim