Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Terbitkan Karya Novel, Pelajar MAN 2 Kudus Menyapa Pembaca se-Indonesia

Abdul Rochim • Rabu, 14 Januari 2026 | 20:12 WIB
KARYA LITERASI: Siswa Bening Cita M. menunjukkan karya novel didampingi Kepala MAN 2 Kudus H. Ali Musyafak. (MAN 2 KUDUS UNTUK RADAR PATI)
KARYA LITERASI: Siswa Bening Cita M. menunjukkan karya novel didampingi Kepala MAN 2 Kudus H. Ali Musyafak. (MAN 2 KUDUS UNTUK RADAR PATI)

KUDUS – Awal 2026 menjadi momen istimewa bagi MAN 2 Kudus.

Salah satu siswinya, Bening Cita Maharsi, sukses meluncurkan novel fantasi petualangan berjudul Rantai Altara: Cahaya, Kegelapan, Kekosongan.

Buku ini resmi beredar secara nasional sejak Selasa (13/1), sekaligus menandai debut Bening di dunia penerbitan profesional.

Bening, siswi kelas XI-11 jurusan IPS, merupakan anggota aktif Forum Literasi MAN 2 Kudus (Forliku).

Remaja 17 tahun asal Pekalongan itu dikenal tekun mengasah kemampuan menulis, terutama cerpen dan novel bergenre fantasi.

Konsistensinya berbuah manis. Sepanjang 2025, ia kerap tampil sebagai finalis dalam berbagai ajang literasi tingkat nasional.

Mulai dari program Nyalanesia hingga Festival Literasi Keagamaan Kementerian Agama.

Rantai Altara menjadi karya pertamanya yang dipasarkan luas.

Diterbitkan Zahira Media Publisher, novel ini mulai dijual secara daring melalui akun TikTok dan Instagram @rantaialtara sejak 9 Januari 2026.

Respons pembaca terbilang tinggi. Cuplikan cerita yang diunggah di media sosial menarik perhatian, bahkan pemesanan sudah masuk jauh sebelum tanggal rilis.

Jangkauan pembacanya pun meluas ke berbagai daerah, seperti Kudus, Pekalongan, Jakarta, Brebes, Demak, Banyumas, Banjarnegara, Temanggung, Cirebon, Semarang, Tegal, Jember, hingga Kalimantan.

Capaian ini menunjukkan bahwa karya pelajar madrasah mampu bersaing di pasar literasi nasional.

Novel setebal 409 halaman tersebut merupakan buku pembuka dari trilogi Altara.

Cerita berfokus pada Salune Astrae, seorang remaja perempuan yang menjalani perjalanan panjang menemukan jati diri sembari membuka rahasia kelam keluarganya.

Sosok yang awalnya terpinggirkan karena dianggap berbeda itu, perlahan tumbuh menjadi pribadi tangguh dan pemimpin berani.

Alurnya dipenuhi adegan aksi, konflik, serta kejutan yang terus mengalir dari awal hingga akhir.

Cerita juga dibalut emosi keluarga dan nuansa romansa remaja, membuat kisah terasa dekat sekaligus menggetarkan.

“Buku ini saya tujukan bagi siapa saja yang sedang berjuang menemukan dirinya sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan mencari cahaya hidup,” tutur Bening.

Sebagai bentuk kontribusi kepada almamater, Bening menyerahkan novel karyanya kepada Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, serta Perpustakaan Harun Al Rasyid.

Penyerahan dilakukan bersama Pembina Forliku, Widya Hastuti Ningrum.

Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pemantik semangat membaca dan menulis di kalangan siswa.

Prestasi Bening menjadi bukti bahwa MAN 2 Kudus tak hanya unggul di ranah akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda kreatif yang berani berkarya.

Capaian ini diharapkan memantik siswa lain untuk menggali potensi, menulis, dan menembus panggung nasional, bahkan internasional. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#siswa MAN 2 Kudus #novel karya siswa MAN 2 Kudus #novel Rantai Altara karya Bening Cita Maharsi