Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Trik Bupati Kudus Sam'ani Hibur Anak-Anak di Posko Pengungsian

Abdul Rochim • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:52 WIB
PEDULI: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membagikan mainan kepada anak-anak di posko pengungsian Desa Loram Kulon, Rabu (14/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
PEDULI: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membagikan mainan kepada anak-anak di posko pengungsian Desa Loram Kulon, Rabu (14/1). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Suasana posko pengungsian di Gedung Muslimat NU, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, mendadak lebih ceria, Rabu (14/1).

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris datang menyapa para korban banjir asal Desa Jetiskapuan yang terpaksa mengungsi akibat genangan parah usai hujan deras.

Dalam kunjungan itu, Sam’ani mengecek langsung kondisi posko sekaligus memastikan kebutuhan pokok para pengungsi tercukupi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran instansi, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana di Kudus.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi pengungsi serta kesiapan petugas di lapangan. Sekaligus menyalurkan bantuan logistik,” kata Sam’ani.

Tak hanya membawa bantuan kebutuhan dasar, orang nomor satu di Kudus itu juga membagikan mainan kepada anak-anak.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa takut dan trauma yang mungkin dialami anak akibat bencana banjir.

Bahkan, ke depan posko juga akan mendapat tambahan hiburan berupa televisi layar besar yang disumbangkan RS Mardi Rahayu.

“Yang penting anak-anak bisa tersenyum. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Semoga setiap bantuan menjadi amal kebaikan,” ujarnya.

Sam’ani mengungkapkan, banjir kali ini berdampak di sekitar tujuh kecamatan dengan kurang lebih 60 desa.

Data lengkap sebaran wilayah terdampak akan dirilis BPBD Kudus.

Sejumlah titik pengungsian berada di Pasuruhan Lor, Loram Kulon, Payaman, Kesambi, Ngembalrejo, dan beberapa lokasi lainnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat ikut bergotong royong membantu penanganan bencana, baik melalui bantuan barang, tenaga, maupun dukungan lainnya.

Sementara itu, penanggung jawab Posko Loram Kulon, Abdul Haris, menyebut hingga pukul 14.00 WIB terdapat sekitar 54 kepala keluarga atau 140 jiwa yang mengungsi, terdiri dari anak-anak hingga lansia.

Kapasitas posko masih memungkinkan menampung hingga sekitar 300 orang.

“Logistik dan obat-obatan sejauh ini aman. Kebutuhan dasar seperti makan dan mandi sudah tersedia. Dapur umum berada di Desa Jati Wetan,” terangnya.

Posko tersebut juga dilengkapi tujuh kamar mandi.

Seluruh penghuni posko merupakan warga Jetiskapuan yang mulai dievakuasi sejak pukul 10.00 WIB. Masih ada kemungkinan jumlah pengungsi bertambah.

Koordinator pengungsi Jetiskapuan, Nur Hasim, menjelaskan bahwa air mulai naik sejak Selasa (13/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ketinggian genangan di wilayah itu mencapai 75 hingga 100 sentimeter, sementara air yang masuk ke rumah warga rata-rata setinggi 50 sentimeter.

“Paling parah di RW 2 dan RW 5. RW 1 dan RW 3 juga terdampak, meski tidak seluruhnya,” katanya.

Salah seorang pengungsi, Sofiati (56), mengaku wilayah tempat tinggalnya memang langganan banjir. Biasanya, air baru benar-benar surut setelah satu hingga dua pekan.

“Tadi dievakuasi ke sini. Saya punya penyakit kaki, jadi jalan pakai tongkat. Di rumah tinggal dengan anak laki-laki, nanti dia menyusul,” tuturnya. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#Bupati Kudus berbagi mainan #Bupati Kudus Samani Intakoris #posko pengungsian banjir di Kudus