KUDUS - Ratusan santri mengikut lomba kaligrafi kategori naskah di Sekretariat Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Selasa (6/1).
Lomba kaligrafi tersebut sebagai bentuk memperkenalkan generasi muda terhadap tata cara pembuatan seni kaligrafi dengan tepat.
Panitia Lomba Kaligrafi, Thiroz menyatakan, lomba tersebut diikuti sebanyak 119 peserta. Mulai dari tingkatan anak-anak, remaja, dan dewasa.
Sementara perlombaan kaligrafi yang dipertandingan merupakan kategori naskah atau hitam putih.
Durasi pengerjaan karya kaligrafi ini dilaksanakan sepanjang tiga jam.
”Para peserta dibebaskan berkreasi, dan hanya boleh menggunakan alat tulis hitam putih atau tanpa warna,” katanya.
Perlombaan tersebut perserta menuliskan karya kaligrafi di atas kertas berukuran A3.
Untuk teks kaligrafi, peserta anak-anak membuat Surath Al-Fatihah ayat 1-7 diakhiri dengan tasdiq.
Sedangkan untuk peserta remaja menuliskan nnaskhi dan tsuluts surah Al-Hujarat ayat 10-11.
Bagi peserta dewasa menulis naskhi, tsulust, dan riq’ah surah Ar-Rahman ayat 33-35.
"Untuk penilaian karya ini ada ketepatan dalam menggunakan tekni kaligrafi, kesesuaian dengan tema, keindahan serta kreativitas dalam penyusunan huruf, kebersihan kerapian karya, dan kepaduan,” jelasnya.
Lomba kaligrafi ini diadakan bagian dari rangkaian peringatan Ta’sis Menara Kudus ke-491.
Serta bertujuan untuk memperkenalkan kepada peserta tata cara penulisan huruf kaligrafi arab dengan baik dan benar.
Salah satu peserta, Arjunio asal Magelang telah mempersiapkan matang untuk mengikuti perlombaan kaligrafi tersebut. Dia mengeluarkan hasil karya yang maksimal.
Pada karyanya, Arjunio menggambarkan sebuah Menara Kudus. Di dalam Menara tersebut dituliskan ayat Al-Fatihah.
”Kesulitannya tidak ada sih, saya sudah mempersiapkan diri dengan matang,” katanya.
Lewat kerja kerasnya tersebut, Arjunio berharap bisa memperoleh predikat juara pada ajang perlombaan di Kudus itu. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim