KUDUS – Hujan deras yang mengguyur Kudus, menyebabkan hampir seluruh area lantai dua Pasar Bitingan Kudus, tergenang air, kemarin (4/12). Hal itu terjadi, karena sebagian besar talang air di atap pasar bocor.
Para pedagang terpaksa harus menutupi talang yang bocor dengan ember seadanya, agar air dapat ditahan di atas dan tidak membasahi lantai pasar.
Namun, karena banyaknya titik yang bocor, upaya tersebut masih kurang cukup.
Hujan mulai reda, para pedagang membersihkan sisa genangan air yang berada di area kiosnya masing-masing.
Salah satu pedagang Muslimah, mengeluhkan kondisi pasar yang selalu bocor, tapi tak kunjung diperbaiki. Setiap hujan turun, talang air selalu mengucurkan air yang membuat pasar becek.
”Setiap hujan seperti banjir, bisa ini dijadikan kolam lele. Diganti terus ya masih begini,” ujar pedagang telur tersebut.
Pasar Bitingan saat ini semakin sepi, ditambah lantai yang becek, sehingga membuat para pembeli enggan untuk datang berbelanja.
Pemkab pun diharapkan lebih perhatian kepada mereka yang juga sedang mencari nafkah.
”Ini juga kena (lapak dagangan) banjir, rugi,” tandasnya.
Keluhan serupa datang dari Tutik Asiyani. Ia membeberkan bahwa hujan yang terjadi selama satu jam saja bisa membuat hampir seluruh lantai pasar tergenang air, belum lagi kalau hujan terjadi selama seharian penuh.
”Harapannya ya dibenahi, pasar mau pindah kan masih lama, biar tidak bocor,” pintanya.
Selama dua puluh lima tahun berdagang di Pasar Bitingan, Tutik menyebut bahwa perbaikan talang air belakangan ini tidak dilakukan dengan serius.
Sehingga, kondisi kebocoran terjadi secara berulang.
”Pembeli mau masuk kan tidak jadi kan kondisi pasarnya begini,” keluhnya.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono menyebut bahwa pihaknya belum bisa melakukan perbaikan talang untuk Pasar Bitingan dalam waktu dekat.
Ini mengingat bahwa anggaran untuk pemeliharaan pasar sudah teralokasi seluruhnya. Sedangkan untuk rencana revitalisasi Pasar Bitingan di tahun 2026 sudah tidak ada.
Kendati demikian, pihaknya akan mengupayakan untuk anggaran pemeliharaan rutin di tahun depan, agar kondisi talang bisa diperbaiki sementara.
Sembari menunggu pedagang Pasar Bitingan direlokasi sepenuhnya.
”Nanti kami koordinasikan dengan koordinator pasar, mungkin smeentara ini bisanya pakai swadaya, karena anggaran pemeliharaan sudah habis. Akan kita usahakan di tahun depan untuk pemeliharaan,” ungkapnya. (san/him)
Editor : Abdul Rochim