Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ambles! Jembatan 1 Kesambi Kudus Ditutup, Ini Penyebabnya

Abdul Rochim • Kamis, 4 Desember 2025 | 23:23 WIB
Warga Desa Kesambi Kudus melihat jembatan yang ambles pascahujan, Kamis (4/12).
Warga Desa Kesambi Kudus melihat jembatan yang ambles pascahujan, Kamis (4/12).

KUDUS – Jembatan 1 yang berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, kembali menjadi sorotan setelah bagian ujung konstruksinya mengalami kerusakan berat pada Kamis (4/12/2025).

Retakan besar muncul dan semakin melebar setelah wilayah Kudus diguyur hujan deras yang membuat aliran Sungai Kesambi meningkat tajam.

Arus sungai yang menguat sejak siang tidak hanya membawa volume air tinggi, tetapi juga menyeret beragam sampah mulai dari potongan bambu, kayu-kayu besar, hingga limbah plastik.

Tumpukan tersebut menyumbat aliran di bawah jembatan dan memicu tekanan kuat yang menggerus konstuksi jembatan.

Sampah kiriman dari hulu terlihat jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Situasi itu membuat struktur jembatan tidak mampu lagi menahan tekanan. Pondasi patah dan permukaan jembatan ikut turun.

Kondisi ini sempat menjadi tontotan warga. warga pun akhir memblokir jembatan tersebut dengan bambu.

Kepala Desa Kesambi, Masri, membenarkan kerusakan terjadi setelah aliran sungai tersumbat oleh sampah bambu dan material lain.

“Begitu sampah menutup saluran, air langsung menghantam pondasi. Akhirnya pondasi patah dan badan jembatan ikut ambles,” jelasnya.

Melihat kondisi yang membahayakan, warga setempat langsung mengambil langkah cepat dengan menutup akses menggunakan kayu dan sejumlah batas darurat.

Langkah ini dilakukan agar kendaraan ataupun pejalan kaki tidak memaksakan diri melintas.

Masri memastikan penutupan ini tidak mengganggu mobilitas warga karena terdapat jalur alternatif yang masih aman digunakan.

Ia menambahkan, kerusakan tidak bisa diperbaiki secara parsial.

Struktur jembatan dinilai sudah tidak memungkinkan untuk diperkuat, sehingga diperlukan pembongkaran total dan pembangunan ulang dengan desain yang lebih kuat.

“Harus dibuat dari awal lagi, termasuk penambahan pilar supaya tidak mudah rusak,” ungkapnya.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung, meski jembatan tersebut bukan aset milik Pemkab Kudus.

Ia menegaskan bahwa jembatan itu dibangun oleh BBWS, sehingga penanganannya memerlukan koordinasi lintas lembaga.

“Kami bisa membantu teknis, tapi tidak bisa melakukan perbaikan penuh karena bukan jalan kabupaten,” ujarnya.

Harry menyebutkan, perbaikan dapat dilakukan menggunakan dana desa, sementara PUPR siap memberi dukungan teknis seperti penyediaan gelagar dan pendampingan struktur.

“Yang penting jembatan segera ditangani agar akses warga kembali aman,” tambahnya.

Warga berharap adanya respons cepat dari pihak berwenang baik desa, BBWS, maupun pemerintah daerah untuk melakukan penanganan darurat dan pembersihan sampah sungai.

Bagi mereka, jembatan ini merupakan akses vital yang tidak bisa dibiarkan rusak terlalu lama. 

Editor : Abdul Rochim
#hujan deras #kudus #jembatan ambles