KUDUS – Para sopir truk di Kabupaten Kudus mengeluhkan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi dalam dua pekan terakhir.
Untuk memperoleh BBM, mereka harus berpindah-pindah SPBU dan mengantre panjang karena stok sering tidak tersedia.
Pantauan lokasi, di SPBU Jalan Lingkar Utara, Desa Bacin, Kecamatan Bae, antrean truk tampak mengular sejak pagi.
Beragam jenis truk, mulai dari truk kecil hingga besar, maupun truk lintas kota, memenuhi jalur antrean menunggu giliran pengisian.
Para sopir menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan membuat mereka kesulitan bekerja.
Agus, salah satu sopir, mengaku telah mencoba mengisi di SPBU Desa Cendono, Kecamatan Dawe, namun solar bersubsidi di lokasi tersebut juga kosong.
Ia mengatakan situasi ini sangat mengganggu pekerjaannya, terlebih ada pembatasan pembelian.
“Kami hanya ingin solar subsidi tetap tersedia. Sopir kecil seperti saya sangat bergantung pada solar untuk mencari nafkah,” ujarnya, Senin (10/11).
Sopir lainnya, Agus Budiono (40), menyampaikan sudah dua minggu ia harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain, namun kebanyakan kehabisan solar subsidi.
“Beberapa pekan terakhir memang sulit sekali. Banyak SPBU yang stok solarnya habis,” tutur warga Desa Piji, Kecamatan Dawe itu.
Keluhan senada disampaikan Sudiro (49), sopir asal Desa Cendono, Kecamatan Dawe.
Ia mengatakan selama dua pekan ini ia kerap menemui kondisi serupa ketika mengangkut material ke sejumlah tempat.
“Tidak semua SPBU menyediakan solar subsidi. Dua minggu terakhir sulit sekali,” katanya.
Akibat kelangkaan tersebut, Sudiro sering menghabiskan waktu untuk mencari SPBU yang masih memiliki stok.
Dampaknya, pekerjaan terganggu dan pendapatannya menurun.
“Banyak waktu terbuang hanya untuk berputar-putar mencari solar,” ujarnya.
Ia berharap persoalan ini segera ditangani dan distribusi solar subsidi kembali normal.
Menurutnya, pembatasan kuota masih dapat diterima selama pasokan tetap ada.
“Kalau hanya dibatasi tidak masalah, yang penting stoknya tersedia. Kalau langka seperti ini, jelas kami yang rugi,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa pasokan solar subsidi di Kudus masih aman.
Ia menampik adanya isu kelangkaan.
“Hari ini tersedia 514 ribu liter solar subsidi di 17 SPBU. Antrean tidak berarti stok habis,” jelasnya, Senin (10/11).
Menurutnya, panjangnya antrean dipicu meningkatnya kebutuhan solar menjelang akhir tahun, saat banyak industri dan proyek mengebut pekerjaan.
“Permintaan naik, tetapi suplai tetap aman,” tegasnya. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim