Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Bukan Sekadar Desa, Japan Kudus Jadi Magnet Baru Wisata Kopi!

Abdul Rochim • Sabtu, 8 November 2025 | 01:28 WIB
PANEN KOPI: Petani kopi di Desa Japan sedang memetik kopi yang telah matang di perkebunan kopi yang digarapnya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PANEN KOPI: Petani kopi di Desa Japan sedang memetik kopi yang telah matang di perkebunan kopi yang digarapnya, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

DAWE – Desa Japan di Kecamatan Dawe terus memperkuat posisinya sebagai pusat produksi kopi unggulan di kawasan lereng Muria.

Selain menghasilkan biji kopi bermutu tinggi, desa bernuansa sejuk ini kini juga menawarkan wisata edukasi kopi yang semakin menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, menjelaskan bahwa mayoritas UMKM di desanya bergerak di bidang pengolahan kopi.

Warga telah melahirkan beragam produk kopi lokal, mulai dari merek Kopi Nyampleng hingga berbagai olahan lainnya yang sepenuhnya menggunakan biji kopi hasil panen petani setempat.

“Kopi memang menjadi produk andalan kami. Semua bahan berasal dari petani di Desa Japan,” ujarnya.

Selain kopi, masyarakat setempat turut memproduksi aneka camilan khas seperti jahe rempah, keripik ketela, keripik talas, dan keripik pisang.

Kendati demikian, pengembangan sektor kopi tetap menjadi prioritas karena dinilai paling potensial untuk menarik wisatawan sekaligus mendorong perluasan pasar UMKM.

Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Desa Japan menghadirkan paket wisata edukasi kopi.

Wisatawan dapat mengikuti seluruh proses, mulai dari memetik buah kopi, menjemur, menyangrai, hingga menikmati seduhan kopi khas Muria.

“Belum lama ini ada kunjungan dari Universitas Ciputra Semarang yang mengikuti seluruh rangkaian edukasi kopi,” tutur Sigit.

Sebagian besar produk kopi desa dipasarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang berperan sebagai pusat penampungan dan distribusi produk warga.

Pemasaran dilakukan secara langsung maupun melalui platform daring.

“Kami sudah memasarkan lewat Shopee. Penjualan online cukup membantu menjangkau konsumen luar daerah,” tambahnya.

Pasar kopi Desa Japan kini terus mengembang, bahkan sudah mencapai Kalimantan, Sulawesi, hingga mulai menerima permintaan dari Malaysia.

Produk dijual dengan harga Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kemasan 200 gram, tergantung jenis dan tingkat sangrai.

Dengan kekayaan alam lereng Muria serta komitmen warga dalam mengembangkan potensi lokal, Desa Japan menargetkan diri menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Kudus.

“Kopi Muria dari Desa Japan tidak hanya menjadi kebanggaan warga, tetapi juga membawa harum pegunungan ke berbagai daerah,” kata Sigit. (dik/him)

Editor : Abdul Rochim
#produksi kopi #kopi #muria #japan #wisata