Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Desa Wisata Japan Kudus Jadi Delegasi Kehormatan di Jagadhita Intercultural Festival (JIF) Bali 2025

Syaiful Amri • Selasa, 23 September 2025 | 19:22 WIB
KEBANGGAAN: Delegasi Desa Wisata Japan Kudus bersama Delegasi dari Hungaria dalam kegiatan JIF 2025
KEBANGGAAN: Delegasi Desa Wisata Japan Kudus bersama Delegasi dari Hungaria dalam kegiatan JIF 2025

BALI – Desa Wisata Japan, yang terletak di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, kembali mengukir prestasi membanggakan.

Tahun ini, desa wisata yang dikenal akan kekayaan seni dan budayanya itu dipercaya menjadi delegasi kehormatan dalam ajang Jagadhita Intercultural Festival (JIF) 2025 yang akan digelar di Kabupaten Buleleng, Bali, pada 20–26 September 2025.

JAPAMBaca Juga: Kolaborasi Mahasiswa KKN UMK dan Warga Desa Japan Sukses Lestarikan Tradisi Wiwit Kopi 2025

JIF 2025 merupakan festival seni budaya internasional yang mendapat dukungan dari International Organization of Folk Art (IOV) – UNESCO, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Santhi Budaya, danPuri Kanginan Buleleng.

Festival ini menjadi ajang pertemuan budaya dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, menampilkan seni tradisi, musik, tari, hingga kuliner sebagai sarana menjalin persahabatan antarbangsa.

Desa Wisata Japan hadir mewakili Kabupaten Kudus dengan membawa misi diplomasi budaya, memperkenalkan kearifan lokal, serta menguatkan peran desa wisata dalam membangun jejaring pariwisata berkelanjutan.

“Keikutsertaan Desa Wisata Japan dalam JIF 2025 merupakan wujud nyata bahwa desa wisata dapat menjadi duta budaya yang menjembatani nilai tradisi dengan dunia internasional. Ini momentum penting untuk memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menginspirasi masyarakat desa,” ujar Mutohhar, salah satu pengelola Desa Wisata Japan.

JIF 2025 akan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara seperti Hungaria, China, Korea, dan India serta partisipan dari sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua Panitia JIF 2025, Dr. Nyoman Dini Andiani, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan membangun ruang dialog dan interaksi lintas budaya antara seniman, komunitas, dan masyarakat.

“Kami berharap melalui JIF 2025, terjadi saling belajar, memahami, dan menghargai kekayaan budaya dari seluruh dunia dan nusantara. Selain itu, kami juga ingin mendorong promosi potensi desa-desa wisata, khususnya di Buleleng,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Desa Wisata Japan di JIF bukan tanpa alasan.

Panitia menilai desa ini memiliki semangat pelestarian budaya yang tinggi, kreativitas yang kuat, serta potensi besar untuk tampil dalam konteks seni lintas budaya.

 

Partisipasi Desa Wisata Japan dalam JIF 2025 diharapkan dapat memberi pengalaman baru yang berharga, tidak hanya bagi para pelaku seni dan pengelola desa wisata dari Kudus, tetapi juga untuk seluruh jejaring desa wisata di Indonesia.

Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya.

Dengan kepercayaan sebagai delegasi kehormatan, Desa Wisata Japan membawa harapan besar untuk semakin mengangkat citra budaya lokal di panggung internasional serta menginspirasi desa-desa wisata lain untuk terus berinovasi dan melestarikan tradisi. (amr)

Editor : Syaiful Amri
#kudus #JIF 2025 #desa wisata #desa japan #wisata