KUDUS - Kehadiran Sentra Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) Kudus membawa dampak positif bagi pemerintah daerah.
Tempat produksi rokok golongan tiga tersebut dijadikan jujukan dari daerah lain untuk memperoleh ilmu.
Salah satu yang melaksanakan kunjungan ke lokasi KIHT dari Kabupaten Garut.
Pemerintah Garut ingin meniru dan menghadirkan kawasan industri di wilayahnya.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, kunjungan ke Kudus ini merupakan bentuk ikhtiar untuk menimba ilmu atau studi banding.
"Kita study banding di KIHT Kudus. Saya rasa KIHT disini bagus, makanya kita belajar dari Kudus," ungkapnya.
Syakur berharap, hasil studi banding ke KIHT Kudus bisa diterapkan di kabupaten yang ia pimpin, yakni Kabupaten Garut, Jawa barat.
"Kami banyak belajar dari Kudus. Pengelolaan, manajemen dan lainnya. Semoga hasil dari sini bisa kita terapkan di Garut. Soalnya Garut juga penghasil tembakau dan ada pabriknya juga," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birto menyampaikan, menyambut positif rombongan yang hendak studi banding di KIHT milik Pemkab Kudus.
Menurutnya, KIHT yang ada di Kudus ini menjadi magnet daerah lain untuk menimba ilmu, khususnya daerah yang memiliki industri rokok.
"Terimakasih rombongan bupati Garut, saya bangga kedatangan tamu yang cukup luar biasa," ujarnya.
Dirinya mengaku siap bersinergi dengan Kabupaten manapun, khusus Garut untuk memperkuat kerja sama disemua bidang.
Kata dia, KIHT di Kota Kretek cukup membantu peningkatan perekonomian warga setempat.
Lantaran, ada ratusan warga yang setiap hari meraup pundi-pundi rupiah di kawasan KIHT tersebut.
”Manfaat adanya KIHT ini cukup luar biasa. Masyarakat banyak yang ambil rezeki disini. Setiap hari kerja, yang jelas sangat membantu perekonomian warga," katanya.
Keberadaan KIHT ini bisa meningkatkan pengawasan terhadap industri rokok, sehingga berdampak pada kurangnya peredaran rokok ilegal.
Selain itu, pihaknya dapat membantu pengusaha rokok skala kecil agar dapat mengembangkan usahanya, sehingga akan berdampak pada pendapatan daerah.
"Pokoknya banyak manfaatnya, selain ekonomi, bisa juga kaitan nya sama penekanan peredaran rokok ilegal, hingga pendapatan daerah,"tegasnya.
Bellinda berharap, dengan banyaknya unit di KIHT mampu memberikan banyak manfaat untuk masyarakat, maupun peningkatan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). (gal/amr)
Editor : Syaiful Amri