KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kudus bertambah lagi, semula lima, baru saja diresmikan di Desa Getas Serabi, Kecamatan Gebog, jadi total ada enam.
Untuk idealnya, dapur MBG di Kudus standartnya 88 dapur dengan melayani sasaran MBG sebanyak 140 ribu siswa.
Hal ini disampaikan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0722/Kudus Letkol Inf. Hermawan Setya Budi.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kudus ini termasuk jumlahnya paling banyak dibandingkan daerah lain.
”Kami bermitra dengan yayasan pondok pesantren (Ponpes) yang dapurnya sudah tersedia.
Kemudian, untuk saat ini kami juga melakukan surve ke ponpes dibawah naungan NU, yang diajukan ada 20 ponpes, baru kami surve enam. Berharap bisa terpenuhi semua,” ungkapnya.
Ia mengatakan berkat dapur hybrid yang ada di Kudus memperlancar penambahan SPPG baru.
Ia menambahkan, yayasan ponpes besar di Kudus cukup banyak. Baik dibawah naungan NU dan Muhammadiyah.
”Kami sudah melakukan pertemuan baik dengan pimpinan Muhammadiyah pusat dan NU untuk bisa bekerjasama untuk SPPG, agar percepatan di Kudus ini bisa semakin lancar.
Kami perkirakan sekitar dua tahun Kudus sudah bisa memenuhi SPPG sebanyak 88 sesuai target,” ungkapnya.
Hermawan mengatakan, untuk yang swasta juga banyak yang berencana menambah dapur SPPG dan di Kudus sudah ada 15 kepala SPPG yang sudah turun SKnya, tinggal menunggu dapur MBGnya.
”Kalau yayasan pondok pesantren banyak yang mengajukan menjadi SPPG tahun ini kemungkinan bisa capai 60 SPPG.
Dapur hybrid ini salah satu yang mempercepat penambahan SPPG karena tidak perlu bangun gedung baru, sudah ada dapurnya tinggal dilengkapi sesuai stadart SPPG,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, dari sembilan kecamatan di Kudus, tinggal tiga yang belum ada SPPG.
Yakni Kecamatan Undaan, Kecamatan Dawe dan Kecamatan Kaliwungu. Idealnya satu kecamatan terdapat tiga SPPG. (san/him)
Editor : Abdul Rochim