KUDUS - Lima juru parkir liar beserta anak jalanan di Kudus, diamankan petugas gabungan saat melakukan operasi premanisme.
Juru parkir yang diamankan tersebut nekat mentarif parkir sebesar Rp 30 ribu.
Operasi gabungan ini melibatkan personel dari TNI-Polri yang dipimpin Kabagops Polres Kudus Kompol Eko Pujiyono.
Dia menyebut ada sembilan orang yang diamankan, terdiri dari lima juru parkir liar, dua anak jalanan, dan dua orang yang diduga melakukan balap liar.
Kompol Eko menyampaikan, operasi dilakukan guna memberantas praktik premanisme dan penyakit masyarakat (pekat) yang meresahkan warga.
Adapun operasi tersebut dilakukan dengan menyasar lokasi-lokasi rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, dimulai malam hari hingga dini hari.
"Selama operasi, tidak ditemukan adanya perlawanan atau gangguan serius di lapangan dan berjalan aman, tertib, kondusif dan terkendali," ungkap Kabagops.
Penertiban ini menyasar tidak hanya bentuk kriminal konvensional, namun juga berbagai bentuk penyakit masyarakat yang kerap kali jadi pemicu tindak kejahatan lainnya.
Salah satunya adalah parkir liar yang tidak sesuai dengan tarif Perda yang berlaku.
Juru parkir liar tersebut menarik pengemudi dengan tarif Rp 20 ribu hingga 30 ribu.
”Ini kondisinya terjadi di Pasar Bitingan, kami mengamankan juru parkir liar yang meminta uang parkir kendaraan pengankut sayuran,” katanya.
Sementara itu, minuman keras (miras) dan premanisme berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas yang lebih besar.
Maka dari itu, harus dicegah sejak dini.
Dalam operasi itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya 2 unit sepeda motor yang digunakan untuk balapan liar.
"Seluruh barang bukti dan para pelaku kini diamankan di Polres Kudus guna pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.
Pihaknya memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala dan terarah, terutama menjelang masa-masa rawan seperti akhir pekan, malam hari, atau menjelang hari besar keagamaan.
"Kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar tidak terlibat dalam praktik-praktik yang melanggar hukum. Kepolisian akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga Kudus tetap aman dan nyaman," tandasnya. (gal/amr)
Editor : Syaiful Amri