KUDUS, RadarPati.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, usaha pembuatan peci milik Muhammad Nur Yasin, mantan kuli panggul asal Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, mengalami lonjakan permintaan hingga 60 persen.
Nur Yasin memulai usahanya sejak 2012 secara tak sengaja ketika membuatkan peci untuk anaknya.
Kualitas produknya menarik perhatian pondok pesantren di Jawa Timur, hingga akhirnya usahanya yang diberi nama Peci Kang Santri berkembang pesat.
Kini, pesanan datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga Taiwan.
"Biasanya saya hanya memproduksi sekitar 500 peci per bulan, sekarang harus mencapai 1.000 untuk memenuhi permintaan menjelang Ramadan," ungkapnya.
Untuk memenuhi lonjakan pesanan, Nur Yasin memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya selain lima karyawan tetapnya.
Dengan peralatan sederhana, peci buatannya tetap berkualitas dan bersaing dengan merek ternama.
Muhammad Fitroh, pelanggan setianya, mengakui keunggulan produk tersebut.
Baca Juga: Celengan Ajaib Ini Bikin Anak Ketagihan! Kreatif, Murah, dan Bikin Pintar!
"Selain nyaman, kita bisa memesan sesuai keinginan, dari ukuran hingga modelnya," ujarnya.
Dibanderol Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per buah, peci buatan Nur Yasin tetap terjaga kualitasnya.
Keuletan dan konsistensinya dalam menjaga mutu menjadi kunci keberhasilannya dalam meraih berkah Ramadan. (Andika Trisna/him)
Editor : Abdul Rochim