KUDUS, RadarPati.ID – Beragam jajanan yang disajikan pada tradisi Dandangan menjadi daya tarik tersendiri.
Mulai dari sea food, makanan ala-ala Jepang hingga makanan jadul bisa dijumpai pada even menjelang Ramadan tersebut.
Salah satu penjual varian gethuk menyajikan segala macam jenis bentuk gethuk, mulai dari yang terbuat dari bahan ketela, ketan hingga tepung pati.
Jenisnya, ada cethot, gudir, tiwul, gethuk pero, puli dan lainnya.
Penjual gethul jadul Maryati mengatakan, mulai buka pukul 15.00 sampai dagangannya habis.
“Harga campur-campur (berbagai getuk) itu Rp 20 ribu, satu mika ukuran besar,” jelasnya.
Martati mengatakan, sejak pertama dibukanya dandangan dagangannya selalu habis.
Ia selalu fresh baik dari gethuknya sampai kelapa parutnya
“Ya kalau misalkan masih sisa sedikit ya saya bagi-bagi, tapi Alhammdulillah sering habis, karena kalau disimpan rasanya sudah berbeda,” jelasnya.
Salah satu pembeli Suliyah warga Desa Loram Kulon, mengatakan jajanan jadul berupa gethuk ini kalau beli biasanya di pasar tradisional.
Tapi waktu jalan-jalan ke dandangan ada gethuk ia langsung membeli
Soa harganya memang sedikit mahal di Dandangan.
"Tapi kalau dari segi rasanya enak di Dandangan. Kelapanya tidak basi, ya ada harga ada rupa,” ungkapnya. (san/him)
Editor : Abdul Rochim