KUDUS, RadarPati.ID – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus, KH Asyrofi Masitho, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Kudus yang digelar di Pondok Tahfidh Putri Yanbu’ul Qur’an 2 Muria, Colo pada Minggu (27/1).
Dalam agenda tersebut, Asyrofi menekankan pentingnya revitalisasi organisasi melalui pelaksanaan program strategis untuk mewujudkan visi Kudus Maslahah.
”Gerakan Mabadi Khaira Ummah menjadi dasar prinsip perjuangan NU. Lima nilai utama—al-shidq, al-amanah wa al-wafa bil-‘ahd, al-ta’awun, al-‘adalah, dan al-istiqamah, akan terus kami implementasikan sebagai landasan dalam setiap langkah organisasi,” tegasnya.
PCNU Kudus telah merumuskan sembilan program prioritas, mulai dari penataan infrastruktur, perbaikan manajemen program, hingga peningkatan kualitas pendidikan, sosial, dan kesehatan.
Asyrofi menyoroti perhatian khusus pada pendirian perguruan tinggi NU sebagai langkah strategis untuk melengkapi reputasi Kudus sebagai rujukan pendidikan nasional.
”Kami sedang mengkaji pendirian perguruan tinggi NU. Ini akan menjadi tonggak baru dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai Aswaja,” tambahnya.
Selain itu, PCNU Kudus mengadopsi pendekatan Total Quality Management (TQM) dalam menjalankan setiap program kerja.
”Dengan TQM, kualitas layanan NU akan terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat,” katanya.
Asyrofi juga mengungkapkan rencana mendirikan klinik di setiap kecamatan sebagai langkah awal menuju rumah sakit NU.
”Kami prioritaskan wilayah yang jauh dari pusat kota agar layanan kesehatan merata,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri Bupati Kudus terpilih, Sam’ani Intakoris, yang menyampaikan apresiasi atas peran strategis NU dalam mendukung pembangunan daerah.
”Warga Nahdliyin memiliki kontribusi besar dalam memajukan Kudus. Kami siap bermitra dengan NU untuk memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Sam’ani.
Sam’ani juga menekankan pentingnya membangun masyarakat yang berbudi luhur melalui semangat Gusjigang (bagus, ngaji, dagang).
”Sebagai organisasi terbesar, NU harus terus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi, membentuk karakter bangsa, dan memajukan Kudus,” tandasnya.
Muskercab ini diharapkan menjadi momentum bagi NU untuk merealisasikan program strategis yang berdampak luas, menciptakan sinergi antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Kudus yang lebih maju, inklusif, dan bermartabat. (dik/him)
Editor : Abdul Rochim