BAE, RADARPATI.ID – Renovasi Jembatan Karangsambung akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Pembangunan jembatan ini merupakan prioritas dari pemerintah pusat.
Sementara besi tua jembatan ini akan dikembalikan kepada PG Rendeng saat proses pembangunan jembatan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus, Arief Budi Siswanto mengatakan, proyek tersebut adalah bagian prioritas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Usulan renovasi ini adalah bagian upaya permintaan pemerintah daerah ke pemerintah pusat.
Sampai saat ini, kata Arief mengaku masih menunggu anggaran pembangunan dari Kemen PUPR.
Dari hasil konsultasi tersebut, sinyal Jembatan Karangsambung ini akan dibangun pada September ini.
”Kami diupayakan masuk ke periode satu di bulan September. Ini lebih lanjut akan diinfokan oleh kementerian,” imbuhnya.
Sementara untuk pekerjaan Jembatan Karansambung tersebut akan berbarengan dengan perbaikan di Jalan AKBP R Agil Kusumadya.
Terkait besaran anggaran yang akan dikucurkan untuk pembangunan Jembatan Karangsambung sebesar Rp 40 miliar.
Rehabilitasi Jalan AKBP Agil Kusumadya dianggarkan sebesar Rp 17,5 miliar.
“Untuk jembatan baru ini jadi yang lama dibongkar. Itu (jembatan) milik PG Rendeng. Kami upayakan tidak ada pembebasan lahan,” terangnya.
Arief menambahkan, lebar jembatan baru akan diperlebar menjadi tujuh meter. Sementara bentang jembatan 80 meter.
Kondisi jembatan yang berada di Desa Bae itu belakangan ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Lantaran sering terjadi kemacetan di sekitar jembatan tersebut.
Keadaan tersebut dikarenakan lebar jembatan yang terlampau sempit.
Lebarnya hanya sekitar 3,5 meter.
Oleh karena itu, apabila mobil melintas di sana harus bergantian.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie mengatakan, masalah Jembatan Karangsambung ini merupakan hal yang belum terselesaikan hingga sampai dengan saat ini.
Jembatan tersebut juga sering dikeluhkan warga, lantaran lebarnya 3 meter tidak bisa untuk simpangan kendaraan roda empat.
Hasan menambahkan, pihaknya telah menyampaikan masalah tersebut dan pembangunan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau banjir di Demak.
Pihak menteri PUPR berjanji memberikan
anggaran untuk pembangunan Jembatan Karangsambung pada tahun ini.
"Saya matur ke pak Basuki, beliau menyampaikan insyallah bantu tahun 2024. Kemudian beliau memanggil stafnya untuk asesmen," katanya. (gal/him)
Editor : Abdul Rochim