KUDUS, RadarPati.ID - Wakil Ketua Gerakan Pemuda Pimpinan Cabang (GP PC) Ansor Kudus bidang organisasi Abdul Rozaq menilai pengambil alihan atau Aaretaker PW Ansor Jawa Tengah oleh Pimpinan Pusat GP Ansor sarat muatan politis.
Ia melihat indikasi kuat PP Ansor memiliki scenario sendiri. PP sudah memiliki calon sendiri untuk dijadikan dalam konferensi wilayah (konferwil).
Sejauh ini ada tiga calon yang muncul. Namun pihaknya enggan menyebut calon-calon yang akan maju dalam konferwil.
Dengan muncul sejumlah calon itu, menurutnya tak bisa terjadi aklamasi. Jadi PP ANsor pun saat ini melakukan caretaker untuk memuluskan kandidatnya.
Sehingga terbit Surat Keputusan (SK) No. 1079/PP/SK-01/IX/2024. tentang Pengesahan Penunjukan Tim Caretaker Pimpiman Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Jawa Tengah.
Sk itu tertanggal 6 September 2024. Ketua caretaker Moesafa.
SK itu tertanda tangani Ketua Addin Jauharudin dan Sekretaris Rifqi Al Mubarok.
Salah satu poinnya, PW GP ansor tidak melaksanakan kewajiban kepengurusan sesuai ketentuan PDPRT.
“Ini mengkhianati perjuangan kader-kader Ansor Jawa Tengah, yang selama ini dinilai memiliki pengkaderan terbaik. Bahkan menjadi barometer. Kok bisa dicaretaker,” cetusnya.
Poin lainnya alasan pengunduran diri ketua panitia konferwil. Sepanjang yang ia tahu, yang mengundurkan diri adalah wakil ketua konferwil.
“Itu alasan mengada-ada,” tegasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan PW ansor Jateng memang secara normal 2017 hingga selesai 2021. Karena beberapa kali masa perpanjangan periode jadi hingga 2024.
“Namun ini juga tak bisa dijadikan alas an, karena perpanjangan ini atas perintah Ketua PP GP ANsor saat itu Gus Yaqut,” jelasnya.
Yakni perpanjangan periodisasi beberapa kali karena alas an covid. Dan yang terakhir kali karena pilpres. (him)
Editor : Abdul Rochim