KUDUS, RADARPATI.ID - Pasangan Cabup dan Cawabup Kudus Hartopo-Wahib resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus Kamis (29/8) sore.
Saat mendaftar mereka tidak melintas di jalan utama. Melainkan melintas di jalur alternatif atau di barat kantor KPU Kudus.
Sebelum mendaftarkan diri ke KPU Kudus, Hartopo-Mawahib mendeklarasikan diri bersama partai pengusung dan relawannya di lapangan Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh ketua Parpol Golkar, Demokrat, Gerindra, dan partai nonparlemen PSI, PBB, Partai Buruh, Perindo, Gelora, serta Garuda.
Usai mendeklarasikan diri, Hartopo-Mawahib melanjutkan berziarah ke makam mantan Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) KH. Nadjib Hasan.
Hartopo bersama Mawahib menuju makam menaiki becak. Begitu juga dengan istri Hartopo dan Mawahib.
Pasangan Hartopo-Mawahib tiba di kantor KPU Kudus sekitar pukul 16.15.
Sesampainya di lingkungan KPU Kudus Hartopo-Wahib melaksanakan shalat Ashar terlebih dahulu di musala yang berada di Labkesda.
Uniknya pasangan Hartopo-Wahib tidak melintas di jalan utama. Atau Jalan Ganesha Raya, mereka melintas di belakang SMA 2 Kudus. Atau di barat Kantor KPU Kudus.
Berbeda dengan pasangan Sam'ani-Bellinda saat mendaftar. Keduanya dan rombongan melintas di jalan utama.
Sementara itu, penyerahan berkas pasangan Hartopo-Wahib telah dinyatakan diterima dan lengkap oleh KPU Kudus.
Cabup Kudus, Hartopo mengatakan pendaftaran berjalan lancar dan mudah. Dari awal berangkat tidak terasa panas dan agak mendung cuacanya.
Sementara terkait agenda berziarah ke makam KH. Nadjib Hasan, ia mengaku dulu saat mantan ketua YM3SK itu meninggal Hartopo berada di luar kota.
Dirinya tidak sempat hormat mengantarkan ke pemakaman terakhir.
”Untuk lewat pintu barat saya ya bingung, KPU masuknya dekat tiba-tiba jauh. Mungkin coba tanya sutradaranya,” katanya.
Koalisi Kudus Berkah ini, akan berusaha maksimal dalam pertarungan di Pilbup 27 November mendatang.
Ia akan mengupayakan perolehan suara maksimal dan mentargetkan menang.
”Untuk program visi misi dulu masih relevan diterapkan nanti. Apalagi ini ada Mas Mawahib akan ditambahkan lebih bisa mencounter isu yang ada,” katanya.
Sementara itu, Cawabup Mawahib Afkar mengaku, ia akan berkerja bersama Hartopo untuk Kudus lebih berkah.
Pekerjaan rumah yang tertunda saat pandemi Covid-19 itu akan dituntaskan.
”Karena saya di Jateng akan ada banyak terobosan yang akan ditampilkan dan akan melengkapi,” katanya.
Terkait pasangan Sam’ani-Bellinda mengususng akronim Santri, menurut Mawahib itu sah-sah saja. Namun yang jelas, Mawahib merupakan santri tulen dan bersanad.
Isu sebelumnya, ia yang digadang-gadang mencalonkan diri menjadi Bacabup Kudus gagal dan diterima.
Mawahib mau menjadi wakil Hartopo karena ingin menyelesaikan program kerja ketika pasangannya itu memimpin dulu. (gal/zen)
Editor : Abdul Rochim