KUDUS, RADARPATI.ID - Penyandang disabilitas mengikuti pelatihan pembuatan jajanan tradisional di Balai Latihan Kerja (BLK), Dinas Tenaga Kerja Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM), Kudus.
Terdapat 16 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka merupakan penyandang disabilitas mental.
Meliputi, tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara dan down syndrom.
Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, selama mengikuti pelatihan penyandang disabilitas dipandu oleh tim pendamping.
Pemilihan pembuatan jajanan tradisional karena dinilai mudah dilakukan dan diikuti oleh penyandang disabilitas mental.
"Karena peserta ini berkebutuhan khusus. Jadi selama latihan didampingi oleh guru SLB, " katanya kemarin.
Pelatihan berlangsung selama 17 hari, peserta ditargetkan bisa membuat 30 produk jajanan tradisional.
Beberapa produk yang diajarkan diantaranya, kue lapis pelangi, nagasari, onde ketawa, onde-onde kacang hijau, bolen pisang, lupis, brownies dan lainnya.
Ia menambahkan, selama pelatihan peserta tampak antusias dan senang mengikuti kegiatan. Bahkan beberapa produk buatannya tidak kalah menarik dan layak dijual.
"Paket itu dipilih yang bisa dikerjakan oleh peserta dan jangan sampai memberatkan, " imbuhnya.
Adanya pelatihan tersebut, diharapkan bisa memberikan bekal keahlian pada penyandang disabilitas. Sehingga bisa bersaing dalam dunia kerja.
Pemerintah daerah, mencoba memberikan fasilitas lewat BLK untuk masyarakat yang menginginkan pelatihan kerja gratis.
"Kami tidak membedakan. Sehingga masyarakat bisa bebas mengikuti pelatihan tersebut, " ujarnya.
Tidak hanya itu, peserta juga bisa menciptakan usaha sendiri. Karena produk yang dihasilkan layak untuk dipasarkan.
Hal ini justru membantu mengurangi angka pengangguran terbuka, dengan hadirnya lapangan pekerjaan. (wat/him)