JATI, RADARPATI.ID — Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati menggelar kirab budaya. Diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai RT dan RW desa tersebut.
Kirab tersebut mengangkat kearifan lokal desa, dengan menampilkan kesenian Barongan, membawa bungkusan kerupuk dengan ukuran cukup besar dari ukuran normal.
Mereka totalitas dalam mengikuti kirab budaya desa tersebut.
Beragam kostum menarik dikenakannya, meliputi pakaian pewayangan yang mengisahkan Hanoman dan Rama Shinta, lalu mengenakan baju Karsival, memakai baju Adat Kudus.
Start dari depan Balai Desa Pasuruan Lor, berjalan dengan jarak 1,5 kilometer.
Ada juga pawai becak mini dan dimeriahkan anak-anak TK dari Desa Pasuruan Lor.
Kirab budaya ini rangkaian dari peringatan 1 Muharram dan memberikan semangat uri-uri budaya lokal.
Kepala Desa Pasuruan Lor Nor Badri mengatakan, kegiatan ini memberikan semangat bagi warga desa setempat, agar bisa saling menjalin silaturohim serta mengenalkan budaya dari Desa Pasuruan Lor.
”Ya kami sangat bangga melihat warga sangat totalitas dalam mengikuti kirab budaya Desa Pasuruan Lor dan diharapkan bisa menjadi agenda tahunan, syukur-syukur bisa masuk dalam destinasi wisata budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu kirab budaya Noor Khasan memikul kerupuk dengan ukuran yang lumayan besar.
Ia mengaku perajin kerupuk di Desa Pasuruan Lor memang salah satu sentra usaha kerupuk dan sengaja dibuat besar supaya tahu orang yang menyaksikan kirab, kalau Desa Pasuruan Lor ini banyak yang menjadi pengusaha kerupuk.
”Ya kami menampilkan yang unik saja. Bisa menjadi ikon Desa Pasuran Lor. Sebenarnya banyak, selain kerupuk juga ada usaha tas dan lainnya. Banyak masyarakatnya yang menjalan bisnis UMKM,” tandasnya.
Kirab budaya Desa Pasuruan Lor cukup unik, gunungan yang dibuatnya dari kerupuk.
Biasanya sayur mayur dan buah.
Ini menandakan kalau Desa Pasuruan Lor usaha kerupuk mendominasi di desa tersebut. (san/war)
Editor : Abdul Rochim