REMBANG, RADARPATI.ID – Kabupaten Rembang dan sekitarnya terancam diguncang gempa besar. Sebab, aktifnya Sesar Naik Pati.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ancang-ancang membangun alat deteksi gempa di Desa Kajar, Kecamatan Lasem.
Kemarin, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Darmono bersama tim datang ke Rembang.
Dia mengisi pelatihan pengembangan kapasitas tim reaksi cepat mitigasi gempa bumi di kantor bupati.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, data BMKG Kabupaten Rembang termasuk daerah yang ada patahan-patahan.
”Kami ingin warga waspada dan mengetahui cara menyelamatkan diri saat ada gempa,” ungkapnya.
Dia menyampaikan, sebelumnya sudah dimulai dampak gempa Bawean, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Terasa sekali.
Namun, warga tak perlu khawatir, jika sudah punya bekal penyelamatan diri.
”Ini bukan menakut-nakuti warga. Bahwa Rembang kira-kira ada gempa. Tapi mitigasi dalam rangka antisipasi sejak dini,” terangnya.
Bupati menyampaikan, alat deteksi gempa akan dipasang. Tinggal penyempurnaan. Sudah disiapkan.
Rencananya akan dipasang di Desa Kajar, Lasem. Ketika ada gempa otomatis kegiatan BPBD akan mengikuti.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Darmono menyampaikan, secara tektonik sumber gempa nyata.
Bahwa di Pati-Rembang-Lasem terdampat sumber gempa sesar aktif. Memiliki kekuatang hingga 6,5 skala richter (SR).
Hasil monitoring BMKG, sesar Pati aktif. Terbukti masih beberapa kali muncul gempa kecil, kurang dari 4 SR.
”Gempa di Blora, Rembang, Pati, Kudus menunjukan sesar benar-benar masih aktif,” penekananya.
Darmono menyebutkan, data sejarah yang didapat dari pemerintah kolonial Belanda menunjukan pada 1980 sering terjadi gempa.
Di antaranya, merusak Pati dan Rembang. Kerusakannya mulai sedang hingga berat.
Dia menyebut, gempa memiliki periode ulang. Selama masih ada energi di dalam bumi, akumulasi medan tegangan di jalur gempa tetap ada.
”Kami memiliki ilmu mitigasi. Perlu menyiapkan bangunan yang tahan gempa. Termasuk tahu cara evakuasi, agar mengurangi kerusakan dan korban jika terjadi gempa,” imbuhnya. (noe/lin)
Editor : Abdul Rochim