KUDUS, Radar Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengeruk Sungai Londo, DesaWonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.
Upaya ini untuk meminimalisasi banjir saat musim penghujan.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Syarif Hidayat mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk penanganan pascabanjir tahun 2024.
Pihaknya bekerjasama dengan Balai Besar Pemali Juana melakukan pengerukan di Sungai Londo.
“Jadi ini adalah lanjutan pengerukan yang dilakukan BBWS pada Juli 2023,” katanya kemarin.
Ia menyebut, Sungai Londo menjadi salah satu sungai penyuplai banjir di wilayah Kudus dan Grobogan.
Hal itu terjadi lantaran, Sungai Londo menjadi penadah dari aliran dan erosi Pegunungan Kendeng.
Selain itu, Sungai Londo juga mendapatkan limpasan dari Bendung Klambu.
Sehingga sungai tidak dapat menampung debit air dan meluber ke area persawahan warga.
Terdapat lima desa yang lahan pertanian puso. Diantarannya, Desa Wonosoco seluas 400 hektar, Desa Berugenjang sekitar 280 hektar, Desa Lambangan seluas 120 hektar, Desa Kutuk seluas 101 hektar, dan Desa Karangrowo seluas 1.000 hektar.
“Paling besar faktor erosi dari alam kemudian menambah endapan. Sehingga mengurangi kapasitas sungai dan menyebabkan banjir,” jelasnya.
Ia menerangkan, pengerukan sudah dimulai sejak tanggal 10 Mei lalu dan nantinya dikerjakan selama 20 hari.
Sungai yang dangkal diperlebar dan diperdalam agar bisa menampung lebih banyak debit air.
Pengerukan sungai dilakukan sepanjang dua kilometer dengan lebar delapan meter.
Aliran sungai tersebut melewati empat desa, yaitu Desa Wonosoco, Prawoto, Kutuk, dan Berugenjang.
“Semula lebarnya enam meter, seharusnya 10 meter. Jadi nanti dikeruk sebalah kiri diperlebar empat meter dan kanan empat meter,” terangnya.
Koordinator Peralatan BBWS Pemali Juana Heri Bangkit Setyadi mengatakan, pihaknya mengerahkan mesin eskavator long arm yang dapat menjangkau area tengah sungai.
Selain pengerukan, pihaknya juga melakukan penataan tanggul Sungai Londo yang semula longsor. Pengerjaan tanggul ditinggikan sebanyak lima meter.
“Kami juga tergantung dengan cuaca. Insyaallah kalau mesin bisa efektif,”
Kepala Desa Wonoso Setyo Budi turut beriterimakasih dengan bantuan tersebut.
Pihaknya berharap adanya pengerukan Sungai Londo bisa membantu meminimalisir dampak banjir saat musim penghujan. (wat/him)
Editor : Abdul Rochim