KUDUS, RADARPATI.ID - Saat zaman penjajahan Belanda, Masjid Wali Joko Zainal Arifin ini sudah berdiri kokoh.
Lokasinya berada di RT 04/RW 08 Dukuh Buloh, Desa Puyoh Kecamatan Dawe. Bahkan, masjid ini juga menjadi saksi perjalanan dakwah Islam cucu Sunan Kalijaga di Kudus, terutama di Dukuh Buloh.
Abdul Wahid, selaku pengurus Masjid Wali Joko Zainal Arifin mengatakan, pendiri masjid merupakan Wali Joko Zainal Arifin.
Yang saat ini dijadikan nama masjid tersebut. Dia dikenal sebagai cucu Sunan Kalijaga.
Dia menjelaskan, saat Sunan Kalijaga ditugaskan menyebarkan ajaran agama Islam oleh Sunan Bonang di wilayah Ternadi, lalu disusul oleh putranya Hasan Munadi.
Setelah itu Hasan Munadi diminta oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran.
Hasan menetap dan berdakwah di sana, lalu singkat cerita dia dikaruniai lima orang putra. Putra pertama bernama Hasan Dipuro, putra kedua Wali Joko Zainal Arifin, putra ketiga Abdullah, putra keempat Sukowati, dan putra kelima Syekh Badruddin.
"Nah, putra kedua inilah yang mendirikan Masjid Wali Joko Zainal Arifin, di era penjajahan Belanda," katanya.
Masjid ini mengalami pemugaran sebanyak dua kali. Yakni pemugaran pertama dilakukan pada 1965 dan 2014.
Khusus pada 2014, masjid dipugar tetapi tetap mempertahankan keaslian bangunan itu sendiri (perbaikan interior, Red) seperti menempel ornamen pada dinding maupun saka papat masjid. Sehingga interior masjid semakin terlihat cantik.
Area dalam masjid (tempat Imam memimpin salat, Red) banyak terdapat ornamen/ukiran khas Jawa.
Sementara area teras masjid mengacu gaya arsitektur masjid khas Madinah.
"Masjid ini bisa menampung sekitar 300 jemaah, luasnya sekitar 344 meter persegi, itupun untuk luasan area dalam dan teras masjid, belum termasuk halaman masjid, halaman parkir dan makam Wali Joko Zainal Arifin," ungkapnya.
Semetara itu, pada momen Ramadan kali ini Masjid Wali Joko Zainal Arifin terdapat beberapa kegiatan seperti pengajian kitab salaf tema fikih.
Yang dilaksanakan menjelang berbuka dan setelah salat tarawih.
"Ketika tidak pada Bulan Ramadan masjid juga masih melakukan kegiatan rutin seperti khotmil quran setiap Jumat Legi," imbuhnya. (ark/aua)
Editor : Achmad Ulil Albab