KUDUS, RADARPATI.ID - Tanggul kritis di wilayah Kecamatan Undaan ditambal batu padas kemarin. Hal itu bertujuan untuk menahan rembesan air Sungai Wulan.
Salah satu tanggul kritis di Undaan yakni di Desa Undaan Tengah.
Pj Bupati Kudus HM Hasan Chabibie mengatakan, enam titik tanggul di Kecamatan Undaan berstatus kritis. Sedangkan dua puluh titik tanggul statusnya rawan.
Tanggul yang berada di Desa Undaan Tengah sendiri menampung air dari Sungai Wulan.
”Tanggul sudah berbahaya karena sudah sliding atau tanah geser. Sehingga kami meminta OPD terkait untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Sehingga kondisi tanggul yang merembes itu dapat segera ditangani,” katanya.
Pihaknya telah mengirim lima ribu sak berisi batu padas. Langkah sementara itu dilakukan untuk menahan rembesan air dari tanggul di Desa Undaan Tengah.
Dirinya meminta agar kondisi tanggul yang bergeser itu diperkuat. Sehingga dapat mencegah jebolnya tanggul dan meminta agar segera dilakukan mitigasi bencana.
Ketua DPRD Kudus Masan menyebut setidaknya ada 20 titik tanggul di kawasan Undaan yang berstatus rawan.
Yakni Mulai dari daerah Undaan Lor, Undaan Tengah, Undaan Kidul, Medini, dan lainnya.
“Tanggul di Undaan Tengah perlu ditinggikan. Karena kondisi air sudah merembes. Namun untuk perbaikannya tidak berada dikewenangan kami. Melainkan pihak BBWS Pemali Juwana,” ujarnya.
Baca Juga: Wadidaw! Banjir di Gubug Grobogan, Jalur KA Tak Bisa Dilewati, Delapan Trip Terdampak
Salah satu Relawan BPBD Kudus yang juga Ketua Destana Undaan Tengah Edy Prabowo mengungkapkan, kemarin dilakukan pemberian batu padas di beberapa titik Desa Undaan Tengah.
Yakni di daerah gang 3, 10,11, dan 12. Diberi karung berisi batu padas agar air tidak meluber ke jalan dan permukiman warga.
Beberapa tanggul di daerah Undaan yang sering bocor yakni di Desa Undaan Lor, Desa Undaan Tengah, dan Desa Medini. (ark/ade)
Editor : Alfian Dani