RADARPATI.JAWAPOS.COM - Bougenville atau bunga kertas dapat menghasilkan bunga yang lebat dan berwarna cerah apabila dirawat dengan teknik yang tepat. Salah satu langkah penting untuk mendukung pembungaan adalah melakukan pemangkasan secara teratur tanpa mengganggu pertumbuhan tunas yang berpotensi menghasilkan bunga.
Tanaman hias ini banyak digemari karena mampu mempercantik halaman rumah dengan warna bunganya yang beragam. Namun, cabang yang tumbuh terlalu panjang, ranting kering, dan bentuk tajuk yang tidak beraturan dapat mengurangi keindahan tanaman.
Pemangkasan bukan sekadar cara merapikan bougenville. Jika dilakukan dengan benar, langkah ini dapat membantu mengatur percabangan dan mendukung pertumbuhan tunas baru. Meski demikian, waktu pemangkasan dan perawatan setelahnya perlu diperhatikan agar tanaman tetap sehat.
Berikut enam cara memangkas bougenville agar tumbuh rapi dan rajin berbunga.
1. Pangkas Setelah Masa Berbunga
Waktu pemangkasan menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan. Sebaiknya, pemangkasan dilakukan setelah masa berbunga selesai agar bunga yang masih berkembang tidak ikut terpotong.
Pada tahap ini, pemilik tanaman dapat merapikan cabang yang terlalu panjang sekaligus mengatur bentuk tajuk. Pemangkasan yang tepat memberikan kesempatan bagi tanaman untuk menumbuhkan cabang baru.
Hindari memangkas secara berlebihan karena tunas yang tumbuh setelah pemangkasan membutuhkan waktu untuk berkembang sebelum kembali memasuki fase pembungaan.
2. Gunakan Gunting Pangkas yang Bersih dan Tajam
Peralatan yang digunakan turut menentukan hasil pemangkasan. Gunting yang tajam dapat menghasilkan potongan lebih rapi sehingga mengurangi risiko kerusakan jaringan tanaman.
Sebelum digunakan, bersihkan alat pemangkas untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit dari tanaman lain. Pastikan pula bilah gunting tidak berkarat dan mampu memotong cabang dengan baik.
Gunakan alat sesuai ukuran cabang yang akan dipangkas. Untuk ranting kecil, gunting pangkas biasa umumnya sudah memadai.
3. Singkirkan Cabang Kering dan Mati
Langkah berikutnya adalah memotong cabang yang sudah mati, mengering, patah, atau menunjukkan kerusakan. Bagian tersebut tidak lagi mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal dan dapat mengganggu tampilan tajuk.
Potong bagian yang rusak dengan hati-hati tanpa melukai batang utama. Setelah itu, periksa bagian dalam tajuk untuk melihat apakah terdapat cabang yang saling bertumpuk atau tumbuh terlalu rapat.
Dengan mengurangi cabang yang tidak diperlukan, bentuk bougenville menjadi lebih teratur dan sirkulasi udara di antara ranting dapat terbantu.
4. Pendekkan Cabang yang Tumbuh Terlalu Panjang
Bougenville memiliki pertumbuhan cabang yang relatif cepat. Jika tidak dikendalikan, rantingnya dapat memanjang dan membuat bentuk tanaman terlihat kurang rapi.
Untuk mengatasinya, pangkas cabang yang keluar dari bentuk tajuk yang diinginkan. Lakukan pemotongan secara selektif dan sisakan bagian cabang yang masih sehat agar dapat menumbuhkan tunas baru.
Pengaturan ini juga membantu membentuk percabangan ke arah samping sehingga tanaman terlihat lebih rimbun. Namun, pemangkasan tidak secara otomatis membuat semua tunas menghasilkan bunga karena pembungaan juga dipengaruhi cahaya, kondisi tanaman, dan perawatan.
5. Berikan Nutrisi Sesuai Kebutuhan Tanaman
Setelah pemangkasan, perhatikan kembali kebutuhan nutrisi bougenville. Kompos matang atau pupuk yang diformulasikan untuk tanaman berbunga dapat digunakan sesuai kondisi media tanam dan petunjuk pemakaian.
Pilih pupuk dengan komposisi nutrisi yang seimbang. Pupuk tinggi fosfor tidak selalu menjamin bunga tumbuh lebih cepat apabila tanaman kekurangan cahaya atau kondisi akarnya terganggu.
Hindari pemberian pupuk secara berlebihan. Nutrisi yang tepat justru membantu tanaman mempertahankan pertumbuhan sehat tanpa mendorong perkembangan daun secara berlebihan.
6. Atur Sinar Matahari dan Penyiraman
Perawatan setelah pemangkasan tidak kalah penting. Bougenville membutuhkan sinar matahari langsung yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan bunga.
Tempatkan tanaman di area terbuka yang mendapatkan paparan matahari memadai. Jika ditanam dalam pot, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang.
Penyiraman sebaiknya dilakukan ketika media mulai mengering, bukan berdasarkan jadwal yang kaku. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan cuaca, ukuran pot, dan kondisi tanaman.
Penyiraman berlebihan dapat mengganggu kesehatan akar, sedangkan kekurangan air juga bisa menghambat pertumbuhan. Karena itu, keseimbangan air perlu dijaga agar bougenville dapat pulih dan tumbuh optimal setelah dipangkas.
Pemangkasan Tepat Membantu Bougenville Lebih Produktif
Memangkas bougenville agar cepat berbunga membutuhkan kombinasi waktu yang tepat, penggunaan alat yang bersih, serta pemotongan cabang secara selektif. Cabang mati perlu disingkirkan, sementara ranting yang terlalu panjang dapat dipendekkan untuk mempertahankan bentuk tanaman.
Setelah pemangkasan, lengkapi perawatan dengan sinar matahari yang cukup, penyiraman terukur, dan pemupukan sesuai kebutuhan. Hindari memangkas tunas baru secara terus-menerus karena tanaman memerlukan waktu untuk membentuk percabangan dan berkembang menuju fase berbunga.
Dengan perawatan yang konsisten, bougenville berpeluang tumbuh lebih rapi, sehat, dan menghasilkan bunga yang semakin menarik untuk memperindah halaman rumah. (*)
Editor : Zakarias Fariury