RADARPATI.JAWAPOS.COM - Bougenville atau bunga kertas yang tumbuh rimbun tetapi jarang berbunga bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, mulai dari kurangnya sinar matahari hingga pola penyiraman dan pemupukan yang kurang tepat.
Karena itu, perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman agar bunga tumbuh lebih lebat.
Tanaman bougenville dikenal mudah tumbuh di wilayah tropis. Namun, daun dan batang yang subur tidak selalu menandakan tanaman berada dalam kondisi ideal untuk berbunga.
Baca Juga: Cara Stek Bougenville agar Cepat Berakar, Ini Tips Perawatan supaya Rajin Berbunga
Bahkan, penyiraman berlebihan dan penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi dapat membuat pertumbuhan daun lebih dominan.
Untuk mengatasinya, pemilik tanaman perlu mengevaluasi kondisi lingkungan dan pola perawatan sebelum menambahkan pupuk atau memangkas cabang.
Berikut delapan cara merangsang bunga bougenville yang bisa dicoba.
1. Atur Penyiraman agar Tidak Berlebihan
Bougenville tidak menyukai media tanam yang terus-menerus basah. Kelebihan air dapat mengganggu kesehatan akar dan mengurangi peluang tanaman berbunga optimal.
Sebelum menyiram, periksa kelembapan media tanam. Jika bagian dalamnya masih basah, tunda penyiraman sampai media mulai mengering.
Meski demikian, tanaman tetap membutuhkan air untuk menjaga pertumbuhan. Hindari membiarkan bougenville mengalami kekeringan ekstrem, terutama saat cuaca sangat panas.
2. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari Cukup
Kurangnya sinar matahari menjadi salah satu penyebab bougenville sulit berbunga. Tanaman yang diletakkan di teras tertutup atau di bawah naungan lebat mungkin tetap menghasilkan banyak daun, tetapi bunganya bisa lebih sedikit.
Letakkan bougenville di tempat yang memperoleh sinar matahari langsung sekitar enam hingga delapan jam sehari, jika kondisi lingkungan memungkinkan.
Apabila sebelumnya berada di tempat teduh, pindahkan tanaman secara bertahap agar daunnya dapat beradaptasi dengan intensitas cahaya yang lebih tinggi.
3. Pilih Pupuk Sesuai Kebutuhan
Pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi dapat mendorong pertumbuhan daun dan batang secara berlebihan. Akibatnya, bougenville terlihat semakin rimbun, tetapi tidak banyak menghasilkan bunga.
Gunakan pupuk yang sesuai untuk tanaman berbunga dan ikuti dosis pada kemasan. Pupuk dengan komposisi nutrisi seimbang dapat menjadi pilihan, tergantung kondisi tanaman dan media tanam.
Jangan berlebihan memberikan fosfor atau pupuk lain hanya untuk mempercepat pembungaan. Ketersediaan cahaya, kesehatan akar, dan pengaturan air tetap berperan penting.
4. Pangkas Cabang yang Terlalu Rimbun
Pemangkasan dapat membantu menjaga bentuk bougenville sekaligus menghilangkan bagian yang tidak sehat. Pangkas cabang mati, ranting rusak, atau bagian yang tumbuh terlalu rapat.
Namun, hindari memotong terlalu banyak cabang sekaligus. Pemangkasan berlebihan dapat menghambat pemulihan tanaman dan menghilangkan bagian yang berpotensi menghasilkan bunga.
Waktu pemangkasan juga perlu diperhatikan. Pemangkasan utama sebaiknya dilakukan setelah masa berbunga selesai agar tanaman memiliki kesempatan membentuk pertumbuhan baru.
5. Terapkan Pengurangan Air secara Hati-hati
Pengurangan penyiraman secara terkendali terkadang digunakan untuk membantu merangsang pembungaan bougenville dewasa yang sudah tumbuh mapan.
Caranya dengan membiarkan media tanam mengering di antara penyiraman, bukan menghentikan pemberian air sampai tanaman mengalami kekeringan parah.
Metode ini tidak cocok untuk semua kondisi. Bougenville yang masih muda, baru dipindahkan, sedang sakit, atau menghadapi cuaca sangat panas sebaiknya tidak dipaksa mengalami stres air.
Jika daun layu parah atau menguning, segera evaluasi kondisi tanaman dan kebutuhan airnya.
6. Periksa Drainase dan Kesehatan Akar
Media tanam yang terlalu padat atau pot tanpa lubang pembuangan dapat menyebabkan air menggenang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pembusukan akar dan mengganggu penyerapan nutrisi.
Gunakan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Pastikan air dapat mengalir keluar dari pot setelah penyiraman.
Jika daun menguning, batang melemah, dan media terus basah, periksa kemungkinan masalah pada akar sebelum menambahkan pupuk.
7. Hindari Pemangkasan Berat Berulang Kali
Pemangkasan berat atau hard pruning dapat dilakukan untuk meremajakan bougenville yang terlalu besar. Namun, tindakan ini tidak perlu dilakukan terlalu sering.
Pemotongan ekstrem yang berulang dapat membuat tanaman membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Karena itu, utamakan pemangkasan selektif sesuai kebutuhan.
Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam agar potongan rapi. Setelah pemangkasan, berikan waktu bagi tanaman untuk membentuk tunas baru sebelum melakukan perawatan intensif lainnya.
8. Beri Waktu Tanaman untuk Beradaptasi
Bougenville tidak selalu langsung berbunga setelah pola perawatannya diubah. Tanaman mungkin membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi, membentuk tunas, dan menghasilkan kuncup bunga.
Amati perkembangan tanaman selama beberapa minggu. Perhatikan pertumbuhan daun, kondisi cabang, kelembapan media, dan respons setelah mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Jika bunga belum muncul, jangan langsung menambah pupuk atau mengurangi air secara drastis. Evaluasi kembali kondisi tanaman dan lakukan perubahan perawatan secara bertahap.
Cara merangsang bunga bougenville agar lebat bukan sekadar menambah pupuk atau memangkas cabang.
Tanaman yang rimbun tetapi jarang berbunga bisa mengalami kekurangan sinar matahari, penyiraman berlebihan, drainase buruk, atau pemangkasan yang kurang tepat.
Kunci perawatannya adalah menyediakan sinar matahari yang cukup, menjaga media tanam tidak terus-menerus basah, memberikan pupuk sesuai kebutuhan, serta memangkas pada waktu yang tepat.
Dengan perawatan konsisten dan tanpa perlakuan ekstrem, peluang bougenville menghasilkan bunga lebih banyak dapat meningkat. (*)