Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Santri Preneur 2025: Membaca PT Djarum dari Kacamata Pesantren

Abdul Rochim • Kamis, 11 Desember 2025 | 04:57 WIB
Kegiatan Santripreneur dihelat PT Djarum  dihadiri Sabrang Damar Panuluh alias Noe.
Kegiatan Santripreneur dihelat PT Djarum dihadiri Sabrang Damar Panuluh alias Noe.

CULTURAL visit merupakan suatu kegiatan perjalanan budaya yang diadakan oleh PT Djarum, dengan mengangkat tema” Santri Preneur: Spirit Santri Menumbuhkan Usaha Mandiri” acara ini di ikuti sekitar 116 santri ponpes yang tersebar di Jateng-DIY, mayoritas mereka adalah para khodimin (pelayan) koperasi pesantren.

Rangkaian kegiatan selain ziarah Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga, juga ada beberapa kegiatan antara lain kunjungan ke beberapa tempat produksi dan tempat pengelolaan lingkungan seperti pusat pembibitan pohon dan pengelolaan sampah yang berada di lingkungan Oasis kretek factory.

Para peserta sangat antusias dan hepi karena selama tiga hari mereka disambut para pimpinan PT Djarum dan dijamu bagaikan raja.

Tampaknya para pimpinan PT Djarum memahami betul tradisi para kiyai dan pesantren dalam menyambut dan memuliakan tamu.

Di terangkan dalam kitab Ghidza’ al-Albab Syarah Mandzumah al-Adabii tentang beberapa etika orang yang kedatangan tamu antara lain:

    مِنْ آدَابِ الْمُضِيفِ أَنْ يَخْدُمَ أَضْيَافَهُ وَيُظْهِرَ لَهُمْ الْغِنَى وَلَا يَنَامَ قَبْلَهُمْ، وَلَا يَشْكُوَ الزَّمَانَ بِحُضُورِهِمْ، وَيَبَشُّ عِنْدَ قُدُومِهِمْ، وَيَتَأَلَّمُ عِنْدَ وَدَاعِهِمْ، وَأَنْ لَا يَتَحَدَّثَ بِمَا يُرَوِّعُهُمْ بِهِ، بَلْ لَا يَغْضَبُ عَلَى أَحَدٍ بِحَضْرَتِهِمْ لِيُدْخِلَ السُّرُورَ عَلَى قُلُوبِهِمْ بِكُلِّ مَا أَمْكَنَ

Melayani para tamu dengan menyediakan jamuan dan menampakkan kondisi serba cukup, tidak tidur terlebih dahulu sebelum para tamu beristirahat, tidak mengeluh tentang waktu dengan kehadiran para tamu, menunjukkan wajah gembira atas kedatangan para tamu, Merasa sedih saat mereka pergi, tidak bercakap tentang sesuatu yang  membuat mereka takut akan tetapi berusaha semampunya menanamkan rasa bahagia dalam hati para tamu.

Pada hari pertama selesai ziarah Sunan muria, para peserta dengan didampingi masing-masing DSO jateng- DIY dikumpulkan jadi satu untuk saling Ta’aruf (perkenalan).

Ini sekaligus memperkenalkan produk UMKM dari masing-masing kota sebagai oleh-oleh dan di bagi kepada semua peserta, kalo istilah dalam pesantren lazim disebut sebagai IN (Insya Allah Nikmat) yaitu oleh-oleh yang dibawa santri dari rumah untuk dibagikan teman sekamar.

Hari kedua, semua peserta diajak mengunjungi tempat produksi kretek tangan (SKT) yang ada di brak karangbener, dengan iklim kerja yang sangat bagus, serta ada sekitar tiga ribu lebih pekerja dimana mayoritas mereka adalah kaum perempuan, dan semua produksi ditempat itu murni mengandalkan ketrampilan tangan.

Menurut informasi yang penulis terima ada sekitar 60 ribu pekerja dari kaum perempuan yang tersebar di seluruh brak PT Djarum hal ini menunjukkan bahwa pihak perusahaan memberlakukan dengan baik serta memberi ruang publik perempuan setara dengan pekerja laki-laki.

Hal ini mengingatkan pesan Nabi Muhammad Saw kepada kita dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh Abu hurairah tentang memuliakan perempuan, khususnya sebagai individu, isteri dan ibu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Artinya: "Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Orang-orang beriman yang paling sempurna imannya adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik akhlak kalian adalah yang paling baik kepada perempuan."

Masih pada hari kedua perjalanan dilanjutkan menuju komplek Oasis Kretek Factory yaitu sebuah komplek sentralisasi kegiatan produksi PT Djarum yang dibangun di atas lahan seluas 82 hektar, para santri disambut dengan tarian kretek yang menujukkan identitas kota kudus sebagai kota kretek.

Di dalam Oasis Kretek Factory terintegrasi elemen bisnis, lingkungan sosial dan warisan budaya dengan menjaga konsep keseimbangan alam, karena lebih dari 50 % nya merupakan area hijau yang indah, nyaman dan rapi.

Para santri diajak melihat langsung bagaimana proses produksi dengan menggunakan mesin-mesin di era ndustri 4.0 saat ini, serta menyaksikan langsung proses pengelolaan limbah sampah, menjadi pupuk organik dimana pupuk ini selanjutnya di bagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar.

Bahkan ditempat ini juga terdapat proses penyemaian bibit-bibit baik tanaman hortikultura maupun tanaman penghijauan yang berfungsi untuk menjaga lingkungan dan alam.

Masih pada hari yang sama para santri diajak menuju Stadion Supersoccer Arena sebuah stadion sepakbola untuk menggerakkan ekosistem sepak bola putri, kebetulan di tempat itu akan diadakan lomba memanah tingkat nasional dan para santri diajak mencoba bagaimana cara memanah yang benar, dan diakhiri ziarah ke makam Sunan Kudus.

Hari ketiga para santri diajak berkunjung ke wisma ploso sebuah tempat yang terletak di pusat kota dengan area seluas kurang lebih satu setengah hektar.

Tempat ini merupakan fasilitas milik PT Djarum yang biasanya digunakan untuk berbagai acara baik pelatihan, pertemuan internal perusahaan maupun kegiatan sosial. Disini para santri selain bertemu dengan pimpinan perusahaan, juga hadir Sabrang Mowo Damar Panuluh sebagai bintang tamu (Vokalis Letto).

Pada kesempatan ini para santri diajak diskusi Heppi dan ngaji enterpreneur diselingi dengan berbagai hiburan dan guyonan ala santri, dan diakhiri perjalanan menuju Demak untuk ziarah sunan kalijaga.

Dari rangkaian kegiatan ini setidaknya ada beberapa kesimpulan yang bisa penulis ambil pelajaran, (sesuai perspektif pesantren).

Pertama: PT Djarum dengan berbagai jerih payah yang dilalui serta kesuksesan yang diraih, dan disampaikan secara utuh kepada para santri yang hadir merupakan bentuk Tahaddus Bin Nikmah (menceritakan kenikmatan dan anugrah ) sebagai wujud syukur atas kenikmatan atau anugerah yang diberikan oleh Allah Swt.

Wujud syukur ini diwujudkan dengan adanya program Cultural Visit untuk para santri, Program Djarum Foundation yang mencakup Bakti Pendidikan ( beasiswa dan pengembangan SDM), Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Sosial dan Bakti Budaya. Selain itu perusahaan ini juga melestarikan dan menjaga kretek sebagai Heritage bangsa Indonesia khususnya kota kudus serta mengadopsi modernisasi akibat berkembangnya globalisasi, atau dalam istilah pesantren yang fimilar adalah:

المحافظة علي القديم الصالح والاخذ بالجديد الاصلح

Menjaga atau melestarikan Heritage yang baik (maslahat) dan mengadopsi modernisasi yang lebih baik (lebih maslahat).

Selain itu PT Djarum merupakan satu-satunya pabrik rokok kretek terbesar di Indonesia yang slalu berkomitmen agar perusahaan ini tetap dimiliki oleh anak bangsa, tidak dijual kepihak asing.

Ini menunjukkan nasionalisme perusahaan ini tidak bisa diragukan lagi sebagai wujud cinta tanah air, seperti adagium yang sering kita dengar
حب الوطن من الايمان
Cinta tanah air merupakan Sebagian dari Iman

Kedua: Bagi para santri dengan mengikuti kegiatan tersebut setidaknya terinspirasi dan termotivasi pentingnya menjadi seorang “Mujaddid” entrepreneur maupun “Mujaddid’’ Ekonom dengan bekal Khidmah pengalaman dalam mengelola koperasi pesantren serta mengembangkan badan usaha pesantren dengan mengadopsi modernisasi yang berkembang di era industry 4.0 sekarang ini, sehingga setelah selesai dari pesantren diharapkan memiliki kemampuan untuk membangun usaha dikemudian hari untuk mewarnai bonus demografi yang akan datang di negeri ini.

Termasuk bagaimana mengelola sampah yang ada di pesantren, karena sampah yang dikelola dengan professional selain menjaga kebersihan lingkungan juga bisa bisa menjadi sumber pendapatan.

Penulis: Khifni Nasif (peserta CULVIS PT Djarum 2025 DSO Pati)

 

Editor : Abdul Rochim
#pt djarum #koperasi #kudus #Oasis Kretek Factory #Sabrang Mowo Damar Panuluh #pesantren #santripreneur #usaha mandiri