RADAR PATI - Saat berjalan di area berumput, kita sering menemukan tumbuhan alang-alang.
Tanaman ini memiliki nama ilmiah Imperata cylindrica dan dikenal dengan beragam nama daerah.
Seperti Naleueng lakoe (Aceh), Rih/Ri (Batak), Oo (Nias), Alalang/Hilalang/Ilalang (Minangkabau), Lioh (Lampung), Belalang/Bolalang (Dayak), Eurih (Sunda), Alang-alang kambengan (Jawa), Kebut/Lalang (Madura), Lalang (Bali), Kii/Rii (Flores), serta Weli/Welia/Wed (Ambon).
Alang-alang dapat tumbuh di berbagai lokasi terbuka, seperti padang, lapangan, rawa, ladang, maupun hutan yang baru terbakar.
Di Jawa, tanaman ini bisa ditemukan hingga ketinggian 2.700 m dpl. Namun, karena kebutuhan natriumnya tinggi, keberadaan alang-alang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman lain.
Termasuk kelompok herba (tanaman tanpa batang berkayu), alang-alang memiliki tinggi 30–180 cm.
Batangnya merayap di bawah tanah, sementara bunganya tegak membentuk satu perbungaan.
Daunnya panjang, runcing di ujung, dan buahnya menyerupai padi dengan biji berbentuk jorong berukuran sedikit lebih dari 1 mm.
Menariknya, alang-alang dapat berbunga sepanjang tahun—dari Januari hingga Desember.
Tanaman ini berkembang biak secara alami.
Bagian yang paling sering dimanfaatkan untuk pengobatan adalah rimpang (batang bawah tanah) yang telah matang, berwarna pucat, berasa manis, dan terasa sejuk.
Rimpang berkhasiat sebagai pelembut kulit, peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, serta penghenti perdarahan.
Selain itu, alang-alang juga digunakan untuk membantu mengatasi penyakit kelamin (seperti kencing nanah, kencing darah, raja singa), gangguan ginjal, luka, demam, hipertensi, dan masalah saraf.
Secara keseluruhan, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan pembuatan kertas, dan obat kurap.
Namun, penggunaannya harus sesuai dosis, karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan pusing, mual, serta meningkatkan keinginan buang air besar.
Cara pemakaian Alang-alang secara tradisional :
Untuk demam yang disertai buang air kecil berdarah, ambil satu sendok penuh rimpang alang-alang.
Rebus bersama beberapa potong tang kwe (daging buah beligu setengah matang yang diawetkan sebagai manisan kering) dalam dua gelas air, hingga tersisa separuhnya.
Minum rebusan ini dua kali sehari. Umumnya, suhu tubuh akan turun dan air seni kembali normal.
Kandungan kimia:
Alang-alang mengandung berbagai senyawa aktif seperti arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, flavon, dan beberapa komponen kimia lainnya. (sumber: Buku Tanaman Obat Tradisional.)
Baca Juga: Tanaman Kumis Kucing Ini Berkhasiat Bisa Obati Berbagai Penyakit, Seperti Diabetes hingga Jantung, Ternyata Ini Kandungannya
Editor : Abdul Rochim