RADARPATI.ID - Jawa Tengah memang dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang menawan, dengan Jepara sebagai salah satu daerah yang kaya akan keindahan alam sekaligus cerita mistis yang menyelimutinya.
Kota kelahiran R.A. Kartini ini menawarkan sejumlah tempat wisata yang tak hanya menakjubkan, tetapi juga dipercaya menyimpan aura mistis yang kuat.
Berikut beberapa lokasi wisata di Jepara yang indah namun dikenal dengan kisah angkernya.
1. Benteng Portugis
Benteng Portugis merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Jepara.
Dibangun sekitar abad ke-17, benteng ini awalnya digunakan sebagai pusat perdagangan rempah-rempah oleh para pedagang Eropa.
Meski kini menjadi salah satu spot bersejarah yang menawarkan pemandangan indah, Benteng Portugis juga menyimpan cerita misteri yang membuatnya dikenal angker.
Di balik tembok-tembok kokoh benteng ini, beredar mitos tentang pusaran misterius yang disebut "Keraton Luweng Siluman."
Masyarakat setempat meyakini bahwa pusaran ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan sebuah pintu menuju dunia lain yang dijaga oleh makhluk gaib.
Keangkeran Benteng Portugis sering kali membuat pengunjung merasa was-was, terutama saat senja tiba dan suasana mulai mencekam.
2. Air Terjun Songgo Langit
Tersembunyi di Dusun Nglencer, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Air Terjun Songgo Langit menjadi salah satu keajaiban alam yang ditawarkan Jepara.
Dengan ketinggian sekitar 80 meter, air terjun ini menyajikan pemandangan yang memukau dan menenangkan.
Namun, di balik keindahannya, tersimpan cerita menyeramkan yang sudah lama dipercaya oleh masyarakat setempat.
Konon, kolam di bawah air terjun ini sering menelan korban jiwa, dan yang menjadi korban selalu seorang lajang.
Kisah-kisah yang beredar mengatakan bahwa arwah para korban masih menghuni tempat ini dan menjadi penunggu yang siap menyeret siapa pun yang melanggar pantangan
Karena itulah, banyak pengunjung yang memilih hanya menikmati keindahan dari kejauhan tanpa berani bermain air di kolamnya.
3. Pulau Menjangan
Pulau Menjangan merupakan sebuah pulau kecil di bagian selatan Karimunjawa, yang menjadi destinasi favorit bagi para pencinta alam dan snorkeling.
Pulau ini menawarkan pemandangan bawah laut yang menakjubkan, dengan terumbu karang yang masih alami dan berbagai biota laut yang memikat.
Namun, pesona keindahan Pulau Menjangan juga diiringi dengan kisah mistis yang membuatnya sedikit menakutkan bagi sebagian orang.
Menurut mitos yang berkembang, setiap pengunjung yang datang ke Pulau Menjangan harus menjaga tutur kata dan perilaku mereka.
Tempat ini dipercaya dijaga oleh makhluk gaib yang menguasai bawah laut, yang tidak segan-segan menunjukkan keberadaannya jika merasa terganggu.
Oleh karena itu, meski keindahan Pulau Menjangan memikat banyak wisatawan, tetap saja mereka disarankan untuk selalu berhati-hati dan menghormati aturan tak tertulis yang ada.
4. Air Terjun Jurang Nganten
Air Terjun Jurang Nganten juga dikenal dengan cerita mistis yang kuat di kalangan masyarakat Jepara.
Menurut legenda, dulunya ada sepasang pengantin yang mengalami kecelakaan tragis di lokasi ini, terperosok ke jurang dan meninggal dunia.
Setelah kematian mereka, pasangan ini diyakini menjelma menjadi sepasang Klanceng Putih, sejenis lebah yang sering muncul di sekitar air terjun.
Kisah ini membuat Air Terjun Jurang Nganten dikenal sebagai tempat yang angker, dan banyak yang percaya bahwa arwah pasangan pengantin itu masih gentayangan, menjaga tempat yang menjadi saksi bisu tragedi mereka.
Meski demikian, keindahan alam di sekitar air terjun ini tetap menarik banyak pengunjung yang penasaran, meskipun mereka harus menahan rasa takut saat berada di sana.
Keindahan alam Jepara memang tak diragukan lagi, namun di balik pesonanya, ada cerita-cerita mistis yang menambah daya tarik sekaligus ketegangan bagi para wisatawan.
Setiap tempat di Jepara ini menyimpan kisah yang seolah tak terpisahkan dari sejarah dan kepercayaan masyarakat setempat, menjadikan pengalaman berkunjung ke sini tak hanya sekadar menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan suasana mistis yang membekas. (ury)
Editor : Abdul Rochim