RADARPATI.ID - Orang tua senantiasa mengharapkan yang terbaik untuk putra putrinya.
Salah satu doa yang sering dipanjatkan kepada Allah SWT adalah agar anak-anak menjadi patuh dan berperilaku baik.
Namun, sesungguhnya tidak ada anak yang benar-benar "nakal," Bunda.
Anak-anak yang sering dianggap tidak patuh atau berperilaku di luar kebiasaan biasanya hanya merupakan cerminan dari lingkungan yang kurang mendukung bagi perkembangan mereka.
Dalam pandangan para pakar, perkembangan otak anak secara garis besar terjadi dalam tiga tahap.
Yaitu pada usia nol hingga satu tahun, satu hingga tiga tahun, dan tiga hingga enam tahun.
Pada setiap tahap ini, sikap dan perilaku anak dapat berubah, dan orang tua perlu menyikapinya dengan cara yang bijaksana dan sesuai dengan kebutuhan anak.
"Banyak orang tua datang kepada saya dengan keluhan bahwa anaknya sulit diatur, bandel, atau hiperaktif.
Ternyata tidak ada masalah yang terjadi pada sang anak. Nah, dalam kasus seperti ini, yang perlu dievaluasi justru cara orang tua dalam mendidik anaknya," ujar dr. Wawan.
Dr. Rosetta Williams, seorang pakar edukasi, menyampaikan bahwa orang tua perlu memahami bahwa anak-anak menjalani berbagai tahapan yang berbeda dalam hidup mereka.
Perlu diingat juga bahwa setiap anak itu unik, berbeda dari anak-anak lainnya.
Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menyesuaikan gaya pengasuhannya dengan kebutuhan khusus anak mereka.
"Orang tua memainkan peran kunci dalam perkembangan anak. Seiring waktu, anak-anak belajar nilai-nilai sosial dan moralitas dari orang tua mereka.
Oleh karena itu, keberhasilan anak-anak sangat dipengaruhi oleh cara orang tua mendidik mereka," kata Williams, seperti dikutip dari Medium.
Selain menerapkan kebiasaan dan pola pendidikan yang baik, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu doa.
Doa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membimbing kita untuk mendidik anak dengan baik.
Dalam hal ini, ada amalan yang biasa dilakukan setelah selesai salat. Bunda bisa membaca doa ini sebanyak tiga kali setiap selesai salat.
"Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a'yunin waj'alna lilmuttaqina imama."
Artinya: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan-keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Selain amalan tersebut, Ustaz Ahmad Zahrudin M. Nafis menyarankan untuk mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Ada sebuah doa yang dianjurkan untuk dibacakan di telinga anak.
"Bagi orang tua yang merasa anaknya nakal, sulit diatur, atau sulit dikendalikan, bisa membaca doa ini di telinga anak. Doa ini bisa dibacakan saat anak terjaga atau jika sulit, bacakan saat anak sedang tidur.
Bacalah dengan pelan-pelan dan sungguh-sungguh setiap hari, insyaAllah anak akan menjadi saleh, mudah diatur, dan menjadi anak yang menyenangkan bagi orang tuanya," ungkap Ustaz Ahmad, seperti dikutip dari kanal YouTube miliknya.
Adapun doa yang dimaksud adalah surat Al-Imran ayat 83:
"Afaghayra dini llahi yabghuna walahu aslama man fis samawati wal ardi taw'an wakarhan wailayhi yurja'un."
Artinya: Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan. (mah/him)
Editor : Abdul Rochim