SPPG Buka Suara, Temukan Keluhan Siswa Langsung Tarik Menu

Abdul Rochim • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:51 WIB
RAWAT JALAN: Usai diperiksa di RS Aisyiyah Jepara, para siswa dan guru yang mengalami dugaan keracunan menu MBG dari SPPG Jepara Karangkebagusan diberi obat dan dirawat jalan, Rabu (16/9).
RAWAT JALAN: Usai diperiksa di RS Aisyiyah Jepara, para siswa dan guru yang mengalami dugaan keracunan menu MBG dari SPPG Jepara Karangkebagusan diberi obat dan dirawat jalan, Rabu (16/9).

JEPARA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara Karangkebagusan buka suara terkait dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (16/9).

Sebanyak 17 siswa dan guru dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan tersebut.

Ahli Gizi SPPG Jepara Karangkebagusan, Muhammad Hafiz Nugroho, mengatakan pihaknya langsung menarik menu setelah menerima informasi adanya keluhan dari penerima manfaat.

Baca Juga: Duduk Perkara Dugaan Keracunan MBG di Jepara, 118 Siswa dan Guru Terdampak

“Porsi ini untuk tiga TK, tiga SD, dan dua SMP,” ujarnya, Rabu (16/9).

Pada hari tersebut, SPPG menyiapkan 2.688 porsi makanan untuk delapan sekolah. Sebanyak 2.319 porsi diperuntukkan bagi siswa dan tenaga pendidik.

Sementara 369 porsi lainnya merupakan paket untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B.

“Untuk 3B ada beberapa yang sudah diedarkan dan ada yang belum. Semua kader menyatakan tidak ada keluhan,” katanya.

Hafiz menjelaskan, menu untuk tiga TK belum sempat dibagikan kepada siswa karena langsung ditarik oleh penanggung jawab atau PIC.

Sementara di jenjang SD, terdapat sejumlah sekolah yang telah menerima dan menyantap makanan tersebut.

Namun, setelah muncul informasi mengenai keluhan kesehatan, SPPG segera melakukan penarikan menu.

“Tiga sekolah yang terdampak yakni SDM Karangkebagusan serta SDN Kauman. Sementara SDN Demaan tidak terdapat keluhan,” jelasnya.

Sejumlah penerima manfaat mengeluhkan gejala berupa pusing dan sakit perut.

SPPG kemudian berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat dan mendampingi penerima yang mengalami keluhan untuk mendapatkan penanganan medis.

“Ada 17 orang yang dibawa ke RS PKU Aisyiyah,” ungkap Hafiz.

Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan guru TK Pertiwi, tiga siswa SD Karangkebagusan, serta 11 siswa dan dua guru SDN Kauman.

Untuk SD Karangkebagusan, salah satu dari tiga siswa yang dibawa ke rumah sakit disebut telah mengalami sakit sejak dari rumah. Keluhan yang dirasakan berupa pusing dan sakit perut.

Selain itu, terdapat seorang guru TK yang mengeluhkan pusing. Hafiz menegaskan, pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para penerima manfaat.

Seluruh siswa dan guru yang dibawa ke RS PKU Aisyiyah telah mendapatkan pemeriksaan dan penanganan tenaga medis.

Mereka diperbolehkan pulang dengan dibekali obat dan menjalani rawat jalan.

“Anak-anak terakhir dibawa ke RS sekitar pukul 09.30. Sekitar pukul 11.00 sudah boleh pulang, hanya lama antre untuk obat,” jelasnya.

Hafiz memastikan SPPG bertanggung jawab terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan.

“SPPG menanggung biaya pengobatan. Kami memantau terus,” tegasnya.

SPPG Jepara Karangkebagusan berada di bawah naungan Yayasan Sarwo Apik Indonesia dan telah beroperasi sejak 20 Agustus 2025.

Terpisah, Koordinator Wilayah SPPG Jepara, M. Wildan Musthofa, membenarkan kejadian tersebut.

Namun, ia mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi dan menunggu hasil analisis, termasuk uji laboratorium.

“Iya, kejadian hari ini. Ini masih investigasi,” ringkasnya.

Wildan memastikan seluruh penerima manfaat yang sempat dibawa ke rumah sakit telah diperbolehkan pulang.

“Per pukul 13.30 sudah diperbolehkan pulang semua. Hanya tadi sempat di IGD, rawat jalan,” pungkasnya. (fik)  

Editor : Abdul Rochim
dugaan keracunan MBG SPPG Jepara Karangkebagusan siswa sakit Jepara RS PKU Aisyiyah Jepara Makan Bergizi Gratis