Ratusan Murid Diduga Alami Gangguan Pencernaan, Tetap Menerima MBG

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:22 WIB
Ilustrasi MBG. (ARIF F/RADAR PATI)
Ilustrasi MBG. (ARIF F/RADAR PATI)

JEPARA — Sebanyak 106 siswa dan 12 guru dari sejumlah sekolah di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, diduga mengalami gangguan pencernaan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9).

Keluhan tersebut muncul setelah penerima manfaat mengonsumsi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara Mlonggo Sekuro 1.

Gejala yang dilaporkan antara lain mual, mulas, dan diare.

Baca Juga: Duduk Perkara Dugaan Keracunan MBG di Jepara, 118 Siswa dan Guru Terdampak

Meski mengalami keluhan, sebagian siswa masih mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Mereka bahkan kembali menerima MBG pada Selasa (8/9).

Koordinator Wilayah SPPG Jepara M Musthofa Wildan mengatakan, laporan mengenai gangguan kesehatan tersebut diterima pihaknya pada Senin malam.

Laporan kemudian dikonfirmasi pada Selasa pagi setelah pihak sekolah menyampaikan adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan pencernaan.

”Selasa pagi sekolah mengabarkan, ada beberapa siswa yang mengalami gangguan pencernaan, seperti mual, mulas, dan diare,” ungkapnya, Rabu (9/9).

Berdasarkan pendataan, terdapat 106 siswa dan 12 guru dari sekolah yang mengalami keluhan serupa.

Mereka berasal dari SMK-MA Nawakartika dan SDN 1 Srobyong.

Wildan menyebut kondisi para siswa dan guru yang mengalami keluhan relatif baik.

Tidak ada yang harus menjalani rawat inap maupun mendapatkan perawatan medis khusus.

”Tidak ada yang rawat inap. Mereka masih bisa beraktivitas dan pada Selasa (8/9) pagi masih bersekolah,” ujarnya.

Meski demikian, SPPG tetap melakukan pendataan terhadap penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

”Setelah mendapat laporan, kami membuat form pendataan kepada penerima manfaat yang mengalami keluhan,” jelasnya.

Selain pendataan, pihak SPPG juga melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang dibagikan pada Senin.

Sampel tersebut diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya kandungan yang berkaitan dengan keluhan kesehatan para penerima manfaat.

Hingga kini, SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami siswa dan guru belum dapat dipastikan.

”Ini masih menunggu hasil dari Labkesda. Kami tetap menjalankan SOP apabila ada laporan seperti ini, termasuk melakukan uji sampel,” katanya.

SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 1 yang berada di bawah Yayasan Persyarikatan Muhammadiyah tersebut melayani sekitar 1.650 penerima manfaat. Mereka terdiri atas peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).

Adapun menu MBG yang dibagikan pada Senin (7/9) terdiri atas nasi, ayam bakar taliwang, tahu goreng, serta lalapan berupa timun dan kemangi.

Sementara itu, operasional SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 1 untuk sementara dihentikan sejak Rabu (9/9).

Penutupan dilakukan untuk penanganan dan evaluasi menyusul laporan gangguan kesehatan dari sejumlah penerima manfaat. (fik)



Editor : Abdul Rochim
MBG Jepara gangguan pencernaan SPPG Mlonggo siswa diduga keracunan Makan Bergizi Gratis