JEPARA — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di TBM Binar dan AHE Pulodarat, Jepara, berlangsung meriah.
Sekitar 50 anak bersama orang tua mengikuti Gebyar Literasi Kemerdekaan, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang digelar TBM Binar dan AHE Pulodarat tersebut tidak hanya diisi berbagai perlombaan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.
Literasi menjadi bagian utama kegiatan yang dirancang untuk mendekatkan anak-anak dengan buku melalui cara yang menyenangkan.
Baca Juga: Daftar Pemain Asing Berlabel Timnas Milik Persijap Jepara di Liga Super 2026/2027
Kegiatan diawali dengan dongeng yang dibawakan Relawan Literasi Masyarakat (Relima), Den Hasan.
Anak-anak terlihat antusias menyimak cerita yang disampaikan dengan gaya khas dan interaktif.
Usai mendengarkan dongeng, anak-anak mengikuti berbagai perlombaan sesuai kategori usia.
Peserta PAUD/TK mengikuti lomba mewarnai celengan kemerdekaan, estafet kardus, serta berjalan jepit balon.
Sementara peserta kategori SD mengikuti lomba jalan zig-zag di atas tali, estafet air, serta makan kerupuk pancing emosi.
Di tengah suasana lomba yang meriah, kehadiran Motor Literasi (Moli) menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Anak-anak tampak antusias mendatangi Moli untuk memilih buku yang mereka sukai.
Momen anak-anak membaca buku di sela-sela perlombaan menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Mereka tidak hanya diajak bermain dan berkompetisi, tetapi juga diperkenalkan bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Literasi Dikemas dengan Permainan
Founder TBM Binar Jepara sekaligus Owner AHE Pulodarat, Femi Noviyanti, mengatakan pihaknya sengaja menggabungkan kegiatan literasi dengan berbagai permainan dan perlombaan.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih agar anak-anak tidak memandang literasi sebagai kegiatan yang kaku dan membosankan.
“Kami sengaja mengkolaborasikan kegiatan literasi dengan lomba-lomba untuk anak. Jadi anak-anak bisa bermain, bergembira, sekaligus tetap mendapatkan pengalaman literasi. Harapannya, mereka semakin dekat dengan buku dan kegiatan membaca,” ujarnya.
Konsep tersebut juga memberikan ruang bagi anak untuk menikmati buku tanpa tekanan.
Mereka dapat bermain bersama teman-teman, mengikuti perlombaan, kemudian memilih bacaan yang menarik perhatian.
Dongeng dan Buku Jadi Pintu Masuk Literasi
Den Hasan selaku Relawan Literasi Masyarakat menilai kehadiran buku di tengah kegiatan anak menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan literasi dalam suasana yang lebih dekat.
Menurutnya, kegiatan literasi tidak selalu harus dilakukan melalui aktivitas formal.
Dongeng, permainan, dan kesempatan membaca secara langsung dapat menjadi pengalaman awal untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku.
“Literasi anak tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang formal. Ketika anak bisa bertemu buku, mendengarkan dongeng, bermain, dan membaca dalam suasana yang menyenangkan, di situlah kita sedang menumbuhkan kecintaan mereka terhadap literasi,” ujar Den Hasan.
Kehadiran Moli sekaligus memperlihatkan bagaimana akses terhadap buku dapat dibawa lebih dekat kepada masyarakat.
Anak-anak bisa memilih sendiri bacaan yang mereka sukai dan membacanya di tengah kegiatan.
Melalui Gebyar Literasi Kemerdekaan, TBM Binar dan AHE Pulodarat ingin menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak.
Bukan hanya merayakan kemerdekaan melalui permainan dan perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar, membaca, berimajinasi, dan berkarya. (*/him)
Editor : Abdul Rochim