Diduga Usai Santap MBG, 123 Siswa dan Guru SMPN 2 Jepara Alami Gangguan Pencernaan

Fikri Thoharudin • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:31 WIB
Siswa SMPN 2 Jepara diduga keracunan akibat menyantap menu MBG. (DOK. Ist)
Siswa SMPN 2 Jepara diduga keracunan akibat menyantap menu MBG. (DOK. Ist)

JEPARA – Sebanyak 123 warga SMPN 2 Jepara terdiri atas 110 siswa dan 13 guru mengalami gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mayoritas mengalami keluhan berupa diare, mual, dan muntah.

Person in Charge (PIC) MBG SMPN 2 Jepara, Dwika Bagus Satria, mengatakan gejala mulai terdeteksi pada Selasa (4/8).

Baca Juga: DPUPR Jepara Benahi Stadion Gelora Bumi Kartini, Kejar Syarat Homebase Persijap di BRI Super League 2026/2027

Saat proses belajar berlangsung, banyak siswa secara bersamaan meminta izin ke toilet, kondisi yang dinilai tidak biasa.

"Biasanya hanya satu atau dua siswa yang izin ke belakang, tetapi kemarin jumlahnya cukup banyak. Indikasinya mereka mengalami diare," ujarnya, Rabu (5/8).

Setelah dilakukan pendataan, pihak sekolah menemukan sejumlah siswa mengaku telah mengalami mual, muntah, dan diare sejak Senin (3/8) malam.

Dugaan sementara mengarah pada makanan dari program MBG yang dikonsumsi saat jam makan siang di sekolah pada hari yang sama.

Sekolah kemudian mendata seluruh warga sekolah yang mengalami keluhan.

Hasilnya, sebanyak 110 siswa dan 13 guru dilaporkan mengalami gangguan pencernaan.

Empat siswa sempat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) karena kondisinya lebih lemah dibandingkan yang lain.

Namun setelah mendapatkan penanganan medis, seluruhnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Hingga Rabu, satu siswa masih menjalani pemulihan di rumah.

Di SMPN 2 Jepara, sebanyak 1.127 siswa menjadi penerima program MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 5 di bawah Yayasan Cahaya Arjuna Bangsa.

Kepala SPPG Bandengan 5, Tholib Shidiq Hidayat, menjelaskan menu MBG pada Senin terdiri atas beef teriyaki berbahan irisan daging sapi, tumis labu siam, wortel bumbu kuning, tempe goreng, dan semangka.

Menurutnya, dapur SPPG memproduksi sekitar 2.144 porsi makanan setiap hari yang didistribusikan kepada siswa SD, SMPN 2 Jepara, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ia menyebut menu beef teriyaki tersebut merupakan menu baru yang pertama kali disajikan sejak SPPG Bandengan 5 mulai beroperasi pada Maret 2026.

Proses memasak untuk penerima SMP dan kelompok B3 dilakukan pada pukul 04.00–07.00 WIB, kemudian makanan dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.00 WIB dan dikonsumsi pada pukul 11.30 WIB.

Meski demikian, hingga kini tidak ada laporan gangguan kesehatan dari kelompok penerima lain yang mengonsumsi menu serupa.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG menyatakan siap menanggung biaya pengobatan bagi warga sekolah yang terdampak.

Untuk memastikan penyebab gangguan pencernaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara telah mengambil sampel makanan MBG untuk diuji di laboratorium.

Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar lima hari.

Sementara proses penyelidikan berlangsung, pelaksanaan program MBG di SMPN 2 Jepara tetap berjalan. (fik)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
MBG Jepara SMPN 2 Jepara gangguan pencernaan Makan Bergizi Gratis dinkes jepara