JEPARA – Minat investasi di Kabupaten Jepara masih menunjukkan tren positif. Di tengah adanya sejumlah perusahaan yang menghentikan operasionalnya, investor baru tetap berdatangan/
Termasuk penanam modal asing (PMA) asal China yang berencana membangun pabrik di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara Arif Darmawan mengatakan, berdasarkan data Online Single Submission (OSS), jumlah proyek investasi yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) terus mengalami peningkatan.
Baca Juga: PT Samwon Busana Indonesia di Jepara Pastikan Bayar Hak 680 Karyawan saat Tanggal Penutupan Pabrik
Dalam periode 4 Agustus 2021 hingga 30 Juni 2026, tercatat sebanyak 74.451 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 391 proyek Penanaman Modal Asing (PMA) telah terdaftar melalui sistem OSS.
Arif mengungkapkan, salah satu investasi baru yang sedang berproses berasal dari China.
Perusahaan tersebut telah memiliki NIB dan berencana membangun pabrik di Desa Sengonbugel.
"Perusahaan tersebut merupakan investasi PMA. Rencananya bergerak di bidang industri barang dari kulit, khususnya memproduksi tas," ujarnya, Senin (20/7).
Meski telah mengantongi NIB, Arif menegaskan perusahaan belum dapat langsung membangun maupun beroperasi.
Investor masih harus menyelesaikan berbagai persyaratan perizinan, seperti dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), persetujuan lingkungan, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Menurutnya, pembangunan fisik pabrik baru dapat dilakukan setelah seluruh tahapan perizinan tersebut dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Arif juga meluruskan informasi yang beredar terkait kegiatan groundbreaking.
Menurutnya, agenda tersebut tidak berarti seluruh proses perizinan telah selesai karena masih ada sejumlah tahapan administrasi yang wajib dipenuhi sebelum investasi direalisasikan.
Selain sektor industri, pengajuan NIB melalui OSS di Jepara juga didominasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perdagangan, jasa, serta berbagai bidang usaha lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan iklim investasi di Kabupaten Jepara masih berkembang dan tetap diminati investor.
"Tahapan masih panjang. Namun, data di OSS sendiri, investasi di Jepara masih cukup positif," pungkasnya. (fik)
Editor : Abdul Rochim