JEPARA – Warga Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di aliran Sungai Kaligede, Kamis (9/7) malam.
Bayi yang diperkirakan baru dilahirkan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 20.36 WIB. Penemuan bermula saat seorang warga Dukuh Krajan, Desa Jugo, Kecamatan Donorojo, Kuswandi, sedang mencari ikan di Sungai Kaligede.
Saat menyusuri aliran sungai, ia melihat sesosok bayi mengapung di bagian utara jembatan.
Baca Juga: Cari Dua Nelayan yang Hilang, Relawan Gabungan Sisir Perairan Jepara hingga Karimunjawa
Setelah memastikan benda yang dilihatnya merupakan jasad bayi, Kuswandi segera memberitahukan temuannya kepada rekannya, Suyono, warga Dukuh Bumiharjo, Desa Clering.
Informasi itu dengan cepat menyebar hingga mengundang perhatian warga sekitar. Tak lama kemudian, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Donorojo.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Oktavian Andika Saputra, mengatakan petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.
"Barang bukti yang ditemukan berupa plastik putih serta kertas alkohol swab yang berada di bagian kepala belakang telinga kanan dan tangan kiri bayi," ujarnya, Jumat (10/7).
Berdasarkan pemeriksaan awal petugas medis dari Puskesmas Donorojo, bayi masih memiliki ari-ari, plasenta, dan tali pusar yang masih lengkap.
Selain itu, ditemukan tanda sianosis atau kebiruan pada beberapa bagian tubuh serta mekonium yang masih menempel.
"Keadaan bayi masih terdapat ari-ari, plasenta dan tali pusar. Keadaan plasenta masih lengkap," jelasnya.
Hasil pemeriksaan luar juga tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi.
Selanjutnya jenazah dibawa ke RSUD Kartini Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama tim Inafis dan Satreskrim Polres Jepara.
"Tidak ditemukan luka dan tanda-tanda kekerasan," katanya.
Polisi memperkirakan bayi tersebut meninggal tidak lama sebelum ditemukan warga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, waktu kematian diperkirakan terjadi antara pukul 18.00 hingga 19.00 WIB.
Saat ini Satreskrim Polres Jepara masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif pembuangan bayi tersebut.
Petugas juga terus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kasus ini menjadi penemuan jasad bayi kedua di Kabupaten Jepara dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelumnya, pada 5 Mei lalu, jasad bayi laki-laki lengkap dengan tali pusar juga ditemukan di bantaran Sungai Kedungmalang, Kecamatan Kedung. (fik)