Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Barikan Kubro Karimunjawa Jepara Sedot Wisatawan, Turis Mancanegara Antusias Berkebaya

Abdul Rochim • Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:03 WIB
SUMRINGAH: Para wisatawan mancanegara turut memeriahkan Barikan Kubro Karimunjawa pada Kamis (25/6) sore. (CAMAT KARIMUNJAWA UNTUK RADAR PATI)
SUMRINGAH: Para wisatawan mancanegara turut memeriahkan Barikan Kubro Karimunjawa pada Kamis (25/6) sore. (CAMAT KARIMUNJAWA UNTUK RADAR PATI)

JEPARA – Perayaan Barikan Kubro Karimunjawa 2026 kembali menjadi magnet wisata budaya.

Tak hanya dipadati masyarakat lokal, tradisi tahunan masyarakat pesisir ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang rela mengenakan kebaya dan pakaian adat Jawa untuk ikut memeriahkan prosesi.

Wisatawan asal Australia, Italia, Jerman hingga Afrika Selatan tampak membaur bersama warga dalam kirab budaya yang digelar Kamis (25/6) sore.

Mereka mengikuti arak-arakan, menikmati pertunjukan seni, hingga mengabadikan setiap momen tradisi yang berlangsung menjelang Jumat Wage.

Baca Juga: FASHION : Preppy Look Ala Jepang, Gaya Klasik yang Tak Pernah Kehilangan Pesona

Penyelenggaraan Barikan Kubro ke-11 tahun ini semakin semarak karena bertepatan dengan masa libur sekolah dan musim liburan musim panas yang banyak dimanfaatkan wisatawan asing untuk berkunjung ke Karimunjawa.

Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah, mengatakan para wisatawan asing mengenakan pakaian adat Jawa atas keinginan mereka sendiri setelah memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut dari pihak hotel.

"Pengunjung dari Australia, Italia, Jerman hingga Afrika Selatan ikut mengenakan kebaya dan pakaian adat. Itu murni keinginan mereka. Hotel kemudian membantu menyediakan pakaian dan perlengkapannya," ujarnya, Jumat (26/6).

Menurut Nuril, antusiasme wisatawan menunjukkan Barikan Kubro memiliki potensi besar menjadi agenda wisata budaya unggulan Kabupaten Jepara.

Terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan musim kunjungan wisatawan ke Karimunjawa.

Ia menjelaskan, tradisi Barikan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB).

Sementara konsep Barikan Kubro saat ini juga tengah diusulkan sebagai identitas budaya khas Karimunjawa agar memperoleh status WBTB.

Berbeda dengan tradisi sedekah bumi di daerah lain, Barikan Kubro memiliki ciri khas budaya bahari yang kuat.

Rangkaian acaranya meliputi kirab ambengan berbentuk kapal dari seluruh dukuh, gunungan utama, prosesi larung tumpeng ke laut sebagai simbol rasa syukur masyarakat pesisir, pentas seni, hingga pemutaran film sejarah Karimunjawa.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan tari kolosal Miyang Segara atau Miyagara yang dibawakan Sanggar Tari Jaladri.

Tarian tersebut menggambarkan kehidupan keluarga nelayan, khususnya perjuangan seorang istri yang menanti suaminya pulang melaut.

Nuril berharap Barikan Kubro dapat masuk dalam kalender event resmi Kabupaten Jepara sehingga promosi wisata budaya Karimunjawa semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami ingin Barikan Kubro menjadi agenda kabupaten sekaligus media promosi Karimunjawa agar semakin dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara," katanya.

Sementara itu, pegiat seni budaya Karimunjawa, Fahrul Alim, menilai Barikan Kubro bukan sekadar tradisi religi, tetapi juga ruang ekspresi bagi seluruh elemen masyarakat.

Mulai dari seniman, perias, dekorator, pelaku UMKM, hingga pelaku wisata dapat terlibat sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.

Menurutnya, keterlibatan hotel yang ikut mempromosikan acara hingga menyediakan paket penyewaan pakaian adat menjadi bukti bahwa tradisi tersebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Barikan Kubro menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, memperkuat identitas budaya Karimunjawa, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya. (fik)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#wisata budaya Jepara #Barikan Kubro Karimunjawa #wisatawan mancanegara #Karimunjawa 2026 #tradisi Barikan Kubro