JEPARA — Suasana Pelabuhan Penyeberangan Kartini, Jepara, pada Selasa (17/3) tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan calon penumpang telah berdatangan sejak pagi. Hingga kapal berlayar pada pukul 08.00.
Warga menenteng berbagai jenis tas, koper, karung beras hingga barang bawaan lainnya. Termasuk harapan untuk pulang ke kampung halaman. Setelah merantau, mencari ilmu ataupun bekerja di luar kabupaten ataupun kota.
Di samping itu, sejumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara, juga tampak hendak berlibur ke Karimunjawa.
Baca Juga: Sosok Anak Muda Jepara Nalilis Sa'adah yang Kreatif Olah Limbah Tenun Jadi Dompet hingga Tas
Memasuki area kantor pelabuhan dan dermaga, mereka tampak sumringah. Tua, muda hingga anak-anak tampak cekatan menunjukkan identitas dan tiket yang telah dipesan.
Sejurus kemudian, masuk ke dalam Kapal Bahari Express 3C, sesuai dengan kursi yang telah dipesan. Dingin ruangan di dalam kapal langsung terasa. Beberapa warga langsung mencari posisi duduk ternyaman. Sebagian lainnya meladeni anaknya yang masih kecil untuk bermain, menghibur sekenanya.
Dalam program kali ini, khususnya warga yang ber-KTP Kabupaten Jepara tidak perlu membayar tiket kapal. Lantaran disediakan fasilitas dari program mudik gratis dari Jepara-Karimunjawa ataupun sebaliknya.
Kursi yang disediakan sejumlah 150, terbagi ke dalam setidaknya delapan pelayaran. Dari tanggal 17, 19, 26, serta 28 Maret 2026.
Totalnya sejumlah 1200 kursi. Sejak sebelum hingga setelah lebaran, Idulfitri.
Di antara mereka, Alivia Maharani Syavira (19), mahasiswi program studi PGSD Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, terlihat sumringah. Ia mengaku mendapatkan tiket gratis kapal Express Bahari dari program yang diinformasikan melalui media sosial.
“Awalnya dapat info dari Instagram Express Bahari. Ini saya mau mudik ke Desa Kemujan, Karimunjawa. Berdua sama keponakan,” ujarnya saat ditemui, sebelum masuk ke dalam kapal.
Alivia mengatakan, sebagai warga lokal, ia harus merogoh kocek sekitar Rp 110 ribu untuk sekali perjalanan. Namun kali ini, ia merasa sangat terbantu dengan adanya program tersebut, apalagi dirinya merupakan warga asli Karimunjawa.
"Pulang tidak tentu, biasanya kalau ada libur panjang. Seperti ini," katanya.
Kendati demikian, ia belum memastikan kapan akan kembali lagi ke Jepara. “Mungkin nunggu libur semester, ya akhir Maret sudah mulai kuliah lagi, jadi tidak lama di rumah,” tambahnya.
Petugas Kesyahbandaran Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jepara, Dedi Agus Triyanto, menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan kerja sama antara PT Pelayaran Sakti Inti Makmur (SIM) dan Pemerintah Kabupaten Jepara.
“Total ada 1.200 tiket gratis yang disediakan untuk masyarakat ber-KTP Jepara,” jelasnya.
Ia menyebutkan, keberangkatan dijadwalkan pada 17, 19, 26, dan 28 Maret, dengan pembagian kuota sekitar 150 penumpang dari Jepara ke Karimunjawa dan 150 penumpang untuk rute sebaliknya setiap harinya.
Menurutnya, hingga saat ini arus mudik masih terpantau normal. Namun, puncak arus diperkirakan terjadi setelah Idulfitri.
“Kalau memang dibutuhkan, kami siapkan penambahan trip. Dalam sehari bisa 2 sampai 3 keberangkatan,” katanya. (fik/him)
Editor : Admin