JEPARA — Pemerintah Kabupaten Jepara terus memperkuat sinergi dengan kalangan perguruan tinggi, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di antara upaya yang diperkuat adalah program Kartu Sarjana Jepara. Agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan tinggi.
Komitmen tersebut mengemuka saat kunjungan Bupati Jepara Witiarso Utomo ke Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, pada Senin (16/3).
Baca Juga: Mak Plong! THR PPPK Paruh Waktu di Kudus Bisa Segera Cair Segini Alokasinya
Pertemuan yang berlangsung di bulan Ramadan ini, menjadi momentum mempererat silaturahmi. Sekaligus membahas sejumlah gagasan strategis berkaitan dengan pembangunan daerah.
Suasana pertemuan berlangsung hangat. Selain membahas sektor pendidikan, diskusi juga menyinggung sektor kesehatan dan ekonomi yang dinilai saling berkaitan dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Rektor Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Abdul Djamil, mengatakan kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi amat penting, untuk mendorong kemajuan Jepara. Salah satunya melalui penguatan program Kartu Sarjana tersebut.
Menurutnya, program itu memiliki potensi besar. Agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jepara.
Baca Juga: Stok Pangan Aman hingga Sebulan, Dispertan Kudus Minta Warga Tak Panic Buying
“Selain pendidikan juga membahas sektor kesehatan dan ekonomi. Tiga sektor ini saling berkaitan dan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan Jepara ke depan,” tuturnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang ada, IPM Jepara menunjukkan tren peningkatan.
Hal itu membuat kalangan akademisi semakin optimistis, terhadap masa depan pembangunan daerah.
“Kami sebagai warga Jepara sekaligus akademisi optimistis ke depan. Bersyukur memiliki bupati muda yang energik, memiliki catatan baik dan dekat dengan para ulama, serta memiliki perhatian terhadap pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kunjungan ke kampus tersebut juga menjadi upaya mempererat kerja sama, antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Khususnya dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengarahkan sumber daya manusia unggul. Termasuk melalui program Kartu Sarjana Jepara yang tengah dijalankan bersama Unisnu.
“Unisnu memiliki peran yang sangat penting, salah satunya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami mendukung dengan program Kartu Sarjana,” sambungnya.
Baca Juga: Warga Kudus Tembus Antrean Online lalu Tukar Uang Baru di Bank, Ini Jadwal Penukarannya
Pihaknya menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Investasi pada sumber daya manusia memang membutuhkan waktu panjang dan biaya besar, namun akan memberikan dampak besar bagi masa depan daerah.
“Pendidikan menjadi konsen kami untuk mendapatkan SDM yang unggul. Investasi SDM memang panjang dan mahal, tetapi hasilnya akan sangat berbeda untuk masa depan Jepara,” terangnya.
Saat ini, jumlah penerima program Kartu Sarjana Jepara yang bekerja sama dengan Unisnu tercatat sebanyak 152 mahasiswa.
Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditingkatkan, agar semakin banyak warga Jepara dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Selain itu, Pemkab Jepara juga berkomitmen membantu mahasiswa, yang mengalami kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kami juga akan membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembayaran UKT. Nanti bisa dibantu melalui Baznas bagi mahasiswa yang ber-KTP Jepara,” sebutnya.
Ia meminta pihak kampus melakukan proses penyaringan. Utamanya terhadap mahasiswa yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut, agar program dapat berjalan tepat sasaran.
“Jangan sampai anak-anak kita putus kuliah karena masalah biaya. Banyak faktor yang membuat mereka terhambat bukan karena kemauan mereka. Untuk itu kami akan membantu, agar mereka dapat menyelesaikan kuliahnya,” pungkasnya. (fik/him)
Editor : Admin