JEPARA — Ruas jalan kabupaten di Desa Guwosoberto, Kecamatan Welahan, mengalami ambles sepanjang kurang lebih 50 meter.
Penurunan badan jalan terjadi di sisi aliran Sungai SWD 1, dengan kedalaman mencapai sekitar setengah meter.
Kerusakan berada di Jalan Sungai Serang RT 7/RW 2, Gang 10, Dukuh Sobokerto.
Kondisi retakan memanjang dan tanah yang terus turun membuat warga khawatir, apalagi lokasinya berdekatan dengan permukiman.
Akibat amblesnya jalan, kendaraan roda empat tidak lagi bisa melintas.
Bahkan sejumlah pengendara motor dikabarkan sempat terjatuh karena tidak menyadari adanya penurunan jalan, terlebih saat malam hari karena minim penerangan.
Masroh (42), warga setempat, mengaku waswas karena jarak retakan dengan rumahnya sangat dekat.
“Takutnya merembet ke rumah, soalnya cuma beberapa langkah dari sini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Mulyati (40).
Ia menuturkan, gejala ambles mulai terlihat sejak Senin (9/2), lalu memburuk setelah hujan deras mengguyur semalaman. Saat diinjak, permukaan tanah terasa terus turun.
Menurut warga, lokasi tersebut sebelumnya juga pernah mengalami keretakan pada 2024 dan telah diperbaiki dengan pengurugan serta pengaspalan pada 2025.
Namun, kondisi tanah yang labil membuat kerusakan kembali muncul.
Jalan ini termasuk akses penting yang menghubungkan wilayah Jepara dan Demak, serta menjadi jalur aktivitas warga menuju sejumlah desa di sekitarnya.
Camat Welahan, Suhadi, menyampaikan bahwa Dinas PUPR telah melakukan survei untuk menghitung kebutuhan anggaran perbaikan.
Rencananya, bagian yang ambles akan diperkuat dengan pengecoran beton mutu K-250 setelah pemasangan begisting.
Saat ini, tanda peringatan telah dipasang di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kecelakaan.
Pemerintah kecamatan juga berkoordinasi dengan BBWS yang menangani saluran sungai agar penanganan tidak hanya pada badan jalan, tetapi juga normalisasi aliran sungai.
“Semoga segera tertangani,” ujarnya. (fik)
Editor : Abdul Rochim