Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Warga Muhammadiyah Mulai Tarawih Perdana, Kemenag Ajak Hormati Perbedaan

Abdul Rochim • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:20 WIB
KHUSYUK: Jemaah menunaikan salat Tarawih di Masjid At-Taqwa Jepara pada Selasa (17/2) malam. (FIKRI THOHARUDIN/RADARPATI)
KHUSYUK: Jemaah menunaikan salat Tarawih di Masjid At-Taqwa Jepara pada Selasa (17/2) malam. (FIKRI THOHARUDIN/RADARPATI)

JEPARA — Warga Muhammadiyah di Kabupaten Jepara melaksanakan salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2) malam.

Pelaksanaan tersebut mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu (18/2).

Salah satu lokasi yang menggelar Tarawih perdana adalah Masjid At-Taqwa yang berada di Jalan AR Hakim, Kauman, Kecamatan Jepara.

Ratusan jemaah memadati masjid hingga area pelataran luar yang dimanfaatkan sebagai saf tambahan, khususnya bagi jemaah perempuan.

Di bawah bangunan masjid bergaya arsitektur Mediterania tersebut, jemaah mengikuti rangkaian salat Tarawih dengan khusyuk hingga selesai.

Jeda antara Tarawih dan Witir diisi dengan kuliah tujuh menit (kultum) bertema peningkatan ketakwaan dalam menyambut bulan suci.

Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Muhammad Jafar (61), menyampaikan sambutan kepada jemaah dan mengajak umat Islam menjalankan ibadah Ramadan sesuai tuntunan serta istiqamah hingga akhir bulan.

“Kami mengajak jemaah untuk konsisten dalam beribadah, tidak hanya bersemangat di awal Ramadan, tetapi terus berlanjut sampai selesai, bahkan hingga Ramadan berikutnya,” pesannya saat kultum.

Masjid At-Taqwa yang berdiri sejak 1998 berada dalam satu kompleks bersama Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, SD Muhammadiyah Jepara, kantor bimbingan jemaah haji, serta layanan Lazismu.

Keberadaannya menjadi pusat kegiatan dakwah, pendidikan, sosial, sekaligus penguatan organisasi di Jepara.

Menurut Jafar, jumlah jemaah Tarawih relatif stabil setiap tahun.

Bahkan, masjid tersebut pernah menerima penghargaan dari Kementerian Agama sebagai salah satu masjid dengan jumlah jemaah yang ramai hingga akhir Ramadan.

Ia juga menyebut masjid rutin menerima kunjungan, termasuk tamu dari Palestina, sebagai bukti bahwa masjid bersifat terbuka dan inklusif.

Selama Ramadan, berbagai kegiatan telah disiapkan. Selain Tarawih dan Witir, terdapat kultum saat jeda Tarawih dan selepas Subuh.

Pada 10 malam terakhir, masjid membuka layanan iktikaf mulai 21 hingga 30 Ramadan dengan operasional 24 jam.

Sahur bersama digelar, khususnya pada malam-malam ganjil.

Setiap Jumat Subuh dilaksanakan sujud tilawah, sementara buka puasa bersama diadakan setiap hari.

Seusai Tarawih, sebagian jemaah melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara mandiri.

Jafar menambahkan, imam Tarawih merupakan para alumni Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang masih muda.

Takmir, katanya, berkomitmen menjadi pelayan umat dengan menjaga suasana masjid tetap nyaman dan ramah bagi semua kalangan, sekaligus mendorong regenerasi agar generasi muda dan tua bersama-sama memakmurkan masjid.

“Mari kita siapkan fisik dan diri agar bisa menjalankan puasa dengan lancar. Ramadan adalah momentum meningkatkan kualitas ibadah. Jaga pandangan, jaga diri, dan sukseskan Ramadan tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, menyampaikan bahwa pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2).

“Bagi yang memulai puasa pada Rabu, kami tetap menghormati dan menghargai,” katanya, Rabu (18/2).

Ia menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadan merupakan bagian dari dinamika dan kekayaan umat.

Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga keharmonisan sosial dan saling menghormati agar ibadah dapat dijalankan dengan tenang dan damai. (fik)

Editor : Abdul Rochim
#salat tarawih #jepara #salat tarawih perdana muhammadiyah