JEPARA — Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan mebel antikan di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan.
Sehari lebih setelah api dipadamkan, sisa kebakaran masih terlihat jelas.
Asap tipis terus mengepul dari reruntuhan bangunan, bercampur bau kayu hangus yang menyelimuti lokasi.
Gudang seluas kurang lebih 1.500 meter persegi itu nyaris rata dengan tanah.
Rangka atap baja dan lembaran seng ambruk ke dalam, menimpa berbagai produk mebel berbahan kayu yang tersimpan di dalamnya.
Sejumlah perabot berubah menjadi arang dan tertimbun puing.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam dan menghanguskan hampir seluruh isi gudang.
Meski tidak menelan korban jiwa, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 2,3 miliar.
Gudang itu diketahui digunakan sebagai tempat penyimpanan produk jadi dan bahan baku mebel milik CV LF.
Seorang pemilik warung kelontong yang berada tepat di seberang gudang mengaku sempat mengira terjadi kecelakaan lalu lintas.
Ia terbangun dari tidur setelah mendengar keramaian warga di jalan. “Saya kira ada tabrakan. Ternyata gudangnya kebakaran,” tuturnya.
Dari depan warung, ia melihat api membesar dengan cepat. Kobaran menyala tinggi hingga mencapai bagian atap bangunan dua lantai. “Apinya besar sekali, langsung menjalar,” katanya.
Warga lain yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari gudang juga merasakan kepanikan serupa.
Ia mengaku tidak mengetahui awal mula api karena kejadian berlangsung saat malam hari. “Pas keluar rumah, apinya sudah besar,” ujarnya singkat.
Beruntung, arah robohnya atap dan dinding gudang tidak menuju permukiman.
Tembok samping bangunan setinggi sekitar delapan meter runtuh ke dalam area gudang, sehingga api tidak merambat ke rumah warga sekitar.
Banyaknya material kayu dan bahan mudah terbakar di dalam gudang membuat api cepat membesar dan menyulitkan proses pemadaman.
Api baru dapat dijinakkan setelah petugas berjibaku selama beberapa jam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Edi Marwoto, menjelaskan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.45.
Tim pemadam tiba di lokasi kurang lebih 15 menit kemudian.
“Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.00 dini hari,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran. Lokasi kejadian tetap dipasangi garis pengaman sembari menunggu proses lanjutan.
Editor : Abdul Rochim