Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Gubernur Launching SPPBG At Taqwa Nalumsari Perluas Penerimaan Manfaat MBG

Fikri Thoharudin • Rabu, 6 Agustus 2025 | 22:52 WIB

SIAP OPERASI: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Witiarso Utomo dan Wabup Kudus Bellinda mengecek ruang operasional dapur MBG Senin (4/8).
SIAP OPERASI: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi didampingi Witiarso Utomo dan Wabup Kudus Bellinda mengecek ruang operasional dapur MBG Senin (4/8).
JEPARA - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas di didirikan di Kabupaten Jepara.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi turut berkesempatan melaunching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari pada Senin (4/8).

Dalam peresmian tersebut, beliau didampingi oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo serta Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa berdirinya dapur sejalan dengan perluasan penerimaan manfaat MBG, yang merupakan program strategis dari pemerintah pusat.

Menurutnya, keberadaan SPPG sangat vital dalam kelancaran program MBG.

Sebab unsur ini menjadi ujung tombak dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat utamanya para peserta didik.

Unit ini memiliki layanan yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Dapur yang diresmikannya tersebut merupakan dapur yang diinisiasi oleh Yayasan At Taqwa Desa Daren Kecamatan Nalumsari, menjadi dapur ke-8 yang beroperasi di Kabupaten Jepara.

"Hadirnya dapur ini didukung oleh Wakil Bupati Kudus (Bellinda Birton), secara langsung ini merupakan bentuk hadirnya pemerintah dalam rangka mencerdaskan masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut ditegaskan, SPPB ataupun MBG sendiri bukan serta merta soal urusan dapur.

Melainkan ada nilai-nilai filosofi yang mendasar, yang harus diangkat.

"Tempat perlu higienis, masyarakat bertindak bersih. Makanan yang membuat anak-anak lebih sehat. Ada ekonomi yang berputar, ada infrastruktur yang kami bangun, modal berputar, serta menambah pekerjaan masyarakat kita. Multieffect," terangnya.

Tak hanya itu, hal itu diharapkan sebagai gerbang awal pemenuhan kesejahteraan bagi anak termasuk masyarakat sekitar.

"MBG di Jateng mencapai angka 322 dan ditambah ini 323 lokasi. Jateng harus memiliki kontribusi dalam menunjang program pemerintah," sebutnya.

SPPG sendiri memang didirikan oleh mitra, seperti koperasi, yayasan, atau perusahaan, untuk mendukung program MBG.

Namun dalam rangkaian prosesnya melewati tahap verifikasi yang panjang.

"Pengecekan dari pusat hingga operasional. Bismillah, dengan oni semoga memberikan kemakmuran bagi anak-anak," ujarnya.

Luthfi menerangkan, Jawa Tengah sendiri turut menjadi percontohan dalam kaliber nasional.

Dengan menduduki peringkat kedua berkat dapur yang telah banyak berdiri dan operasional.

Termasuk Jepara juga berkontribusi, dengan terdapat 24 SPPG yang dibangun.

Tak hanya itu, Pemkab Jepara pun telah menyiapkan setidaknya lima dapur.

"Di Jateng ada sekitar 3.100 SPPG yang telah disiapkan, 322 di antaranya yang operasional. Sisanya masih tahap verifikasi," jelasnya.

Pada saat yang sama Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan apresiasi atas kerja-kerja kolaborasi yang telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk swasta.

Pihaknya mengatakan, Badan Gizi Nasionak (BGN) pada Senin (4/8) turut mengecek empat lokasi SPPG yang disediakan Pemkab Jepara.

Seperti di Desa Semat Kecamatan Tahunan, Damarjati Kecamatan Kalinyamatan, Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakisaji, Desa Tunahan Kecamatan Keling.

Pihaknya berharap hal tersebut menjadi bagian serta peran Pemda dalam menyukseskan program strategis-unggulan dari pemerintah pusat. (fik/nana)

Editor : Syaiful Amri
#jepara #MBG 2025 #dapur MBG #SPPG dan dapur MBG