Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ikuti Google Maps, Truk Pengangkut Kayu Balok Masuk Sungai

Fikri Thoharudin • Jumat, 1 Agustus 2025 | 21:10 WIB


EVAKUASI: Warga bantu melangsir muatan kayu balok dari atas bak truk yang terguling ke sungai.
EVAKUASI: Warga bantu melangsir muatan kayu balok dari atas bak truk yang terguling ke sungai.

JEPARA - Warga Kabupaten Jepara kembali menjadi korban atas aplikasi penunjuk arah.

Kali ini dialami oleh warga Beji, Balong, Kembang, Juwana, 40, dan Sholeh, 43, yang merupakan warga Wedelan, Bangsri.

Mereka mengalami kecelakaan tunggal di Desa Sukosono Kecamatan Kedung pada Rabu (30/7) malam.

Truk yang dikemudikannya masuk ke dalam sungai turut Dukuh Gayam desa setempat.

Saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, rasa sumringah seakan hilang dari raut wajahnya.

Ia bersama sang kernet tampak lesu sembari bersandar di bawah pohon jati di dekat lokasi kejadian.

Pria paruh baya tersebut masih tak menyangka peristiwa yang dialaminya tersebut.

Pada saat yang bersamaan, puluhan warga terus berdatangan seiring dengan kabar insiden truk yang masuk ke dalam sungai itu.

Ia menceritakan, awalnya Juwana mengirim kayu dari Jepara ke Jawa Timur.

Saat mau pulang kembali ke Jepara juga mengambil kayu jati dari daerah Kertosono, Nganjuk.

"Kami berangkat dari sana (Nganjuk, Red) pada Rabu (30/7) sekitar jam 10.00, perjalanan santai, sampai Jepara sekitar jam 21.00," ungkapnya Kamis (31/7).

Rencananya pihaknya mau bongkar muatan kayu balok yang dibawa tersebut di rumah Slamet, salah satu warga RT 21 Desa Sukosono yang berbatasan dengan Desa Kerso.

Namun sekitar 1 kilometer dari lokasi tujuan terdapat pohon tumbang yang menghalangi jalan.

Sehingga membuat Juwana dan Sholeh mencari jalan alternatif lain.

Dari situ ia menggunakan aplikasi penunjuk arah (Google Maps) untuk mencari rute ke tempat pembongkaran.

Alih-alih mendapatkan jalan yang mulus, ia ternyata malah diarahkan lewat jalur yang tidak seharusnya dilalui kendaraan berat.

Diketahui, truk dengan nopol K-8875-OF yang dibawanya itu memuat setidaknya 6 ton kayu jati.

jeparaBaca Juga: Emas 50 Gram Milik Warga Kerso Jepara Diduga Ditukar Emas Mainan, Uang Rp 15 Juta Masih Utuh, Kok Bisa?

Saat hendak menyeberang Sungai Dukuh Gayam, jembatan pun tak kuat menahan beban kendaraan.

Akhirnya konstruksi badan jembatan putus.

Muka truk pun mendongak ke atas di saat setengah badan kendaraan telah masuk ke jembatan.

Tak lama kemudian truk oleh ke kanan.

Ambruk ke sungai beserta badan jembatan yang roboh.

Kendati demikian, sopir dan kernet selamat.

Hanya saja masih sedikit syok atas kejadian yang dialaminya.

Mereka mengaku baru pertama kali lewat jalan tersebut, dan sekalinya itu juga mengalami nasib apes.

"Sepi tidak ada orang, penerangan pun minim. Kami pikir ya bisa dilalui, karena antara body dan lebar jembatan masih lolos. Papan peringatan pun tidak ada," ujarnya.

Juwana dan Sholeh pun mengaku selama perjalanan tidak sedang dalam kondisi mengantuk.

"Dengan lokasi tujuan hanya 950 meter, saya pikir lewat sini juga awalnya bisa. Waktu kami muter cari jalan alternatif juga dari bose (yang punya barang, Red) bilang untuk ambil kanan, ketemunya jalan ini, malah ambrol (jembatannya, Red)," sebutnya.

Pada Kamis (31/7) sejak pukul 10.00 hingga menjelang Zuhur, para warga dan pekerja setempat bergotong royong mengangkuti kayu balok tersebut.

Agar beban truk dapat berkurang dan segera dilakukan evakuasi.

Berdasarkan penuturan para warga, jembatan tersebut telah berumur sekitar 15 tahun.

Dibangun dari dana desa dan swadaya masyarakat.

Biasanya pun tidak ada kendaraan (roda empat) yang melintas, jika ada pun hanya pick up bak kosong.

Sementara itu, Ketua RT 18, Muslih menyampaikan bahwa pihaknya pun berharap agar ada penyelesaian atas ambrolnya jembatan tersebut.

Sebagaimana diketahui itu menghubungkan Sukosono bagian utara dan selatan, termasuk sejurus dengan Desa Rau.

"Baru pertama kali ini, grand max aja wis kentul-kentul jembatannya. Apalagi truk muatan ini," tanggapnya.

Pihaknya berharap agar jembatan tersebut dapat kembali dibangun sebagaimana mestinya.

"Intinya kami rembugan warga, maune ono balik ono mboten angel-angel (awalnya ada jembatan ya kembali ada jembatan, tidak sulit, Red)," tuturnya merujuk Jembatan dengan panjang sekitar 3x6 meter tersebut.

Kapolsek Kedung AKP Dasiyo, menyampaikan bahwa akan melakukan koordinasi lebih lanjut. Serta menjadwalkan adanya mediasi antara warga, pihak desa, kecamatan, serta Satlantas Polres Jepara.

"Tidak ada korban jiwa, sopir dan kernet aman, selamat. Cuma kerusakan unit truk dan kerugian jembatan, kira-kira ditaksir Rp 60 juta," katanya.

Setelah melaporkan ke bagian Satlantas untuk mediasi, mencari jalan tengah dan berembug. Supaya jembatan dapat dibangun kembali.

Pada saat yang bersamaan juga sedang direncanakan untuk dapat mengevakuasi truk dari dasar sungai sedalam 5 meteran dari permukaan tanah atas tersebut.

Meskipun truk derek juga tampak kesulitan jika masuk ke jalan tersebut, lantaran untuk menuju ke TKP merupakan permukiman padat.

"Mau bagaimanapun ini akses warga dari Sukosono ke arah Rau, perlu tindakan segera agar masyarakat dapat menggunakan jalan kembali sebagaimana mestinya," tandasnya.(fik/nana)

Editor : Syaiful Amri
#Truk Guling #kecelakaan #jepara #kayu jati jepara