JEPARA, RADARPATI.ID - Desa Wisata Petekeyan atau yang disebut-sebut sebagai Kampoeng Sembada Ukir buka pusat edukasi ukir dan mebel.
Ketua Pengelola Desa Wisata sekaligus ketua Pokdarwis Abdul Rohman menyampaikan selain dijadikan sebagai upaya untuk menarik minat wisatawan juga dijadikan sebagai sarana pelestarian dan edukasi.
Menurut Rohman, terdapat lokasi khusus untuk menggelar proses edukasi ukir termasuk praktik secara langsung.
"Yang terbaru pada akhir bulan lalu terdapat kunjungan dari sekolah berbasis internasional dari Surabaya atau Surabaya Intercultural School (SIS). Sejumlah 22 Siswa dan 2 guru berwisata edukasi kesenian ukir," ungkapnya kemarin.
Fasilitasi edukasi terhadap para murid disesuaikan dengan usia atau kelas masing-masing.
"Sasaran kami memang anak-anak sekolah. Mulai dari TK hingga mahasiswa. Kalau kelas TK, SD kami kenalkan ukir, mewarnai. SMP, SMA dan mahasiswa ya praktik," katanya.
Selain edukasi ukir dan mebel sebagai paket eduwisata unggulan, Desa Petekeyan juga ditawarkan pembuatan souvenir dan kuliner.
"Ada banyak varian, cinderamata vas bunga, gantungan kunci, kolase dan sebagainya. Kalau makanan ya tradisional, klepon maupun kerupuk, intinya cooking class," jelasnya.
Paket wisata yang ada ditujukan untuk membangun ekosistem masyarakat yang berkelanjutan.
Termasuk dalam upaya pemberdayaan masyarakat setempat.
"Selain itu warga yang turut serta membantu kunjungan seperti penyediaan snack, bantu jadi tutor, mendapatkan komisi sehingga menambah penghasilan," terangnya.
Tak hanya itu juga dirintis homestay untuk memfasilitasi pihak-pihak yang membutuhkan penginapan.
"Sudah ada tiga rumah warga yang siap huni, harganya berkisar antara Rp 125-200 ribu," bebernya.
Sebagaimana konsep desa wisata yang tidak hanya menjual tiket, namun juga menjual paket.
"Di sini juga terdapat galery souvenir, warga bisa menitipkan kerajinan maupun produk buatannya," tandasnya. (fik/war/amr/izza)
Editor : Syaiful Amri