JEPARA, RADARPATI.ID - Setelah rampung melakukan pemancangan bore pile, kini proyek normalisasi atau pengendalian banjir SWD I merambah pengerjaan konstruksi pembuatan tanggul sungai.
Tanggul sungai dibuat sebagai upaya untuk memperkuat sekaligus menghalau apabila terjadi limpasan air dari sungai.
Sehingga apabila debit air naik tidak terlalu membanjiri jalan dan permukiman warga.
Di samping itu, Kepala SNVT PJSA BBWS Pemali Juana, Dadang Muhammad Yahya mengatakan terus mengebut proyek pengendalian banjir Sungai SWD I yang berada di perbatasan antara Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak terus dikebut.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 143 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut ditargetkan rampung pada 3 Oktober mendatang.
"Semoga lancar tanpa kendala," ujarnya Kamis (22/8).
Lebih lanjut Dadang menjelaskan tanggul sungai merupakan landscape corrugated concrete sheet piles (CCSP) sampai pinggir jalan raya.
Berbentuk dinding vertikal, berfungsi untuk menahan tanah dan masuknya air ke dalam lubang galian.
Menurutnya, selain pekerjaan persiapan, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, pekerjaan avour dan pintu air, tanggul sungai menjadi elemen akhir untuk menyabuki sepanjang bantaran sungai.
"Balok tarik ini untuk meningkatkan stabilitas lereng sungai antara CCSP dan backpile," singkatnya.
Diketahui untuk target pekerjaan SWD I sepanjang 22 kilometer. Sementara itu SWD II sepanjang 16 kilometer.
Baca Juga: Persijap Jepara Rencanakan Uji Coba Lawan Tim Liga 1, Ini Targetnya
Untuk SWD I di Kabupaten Jepara melewati Desa Ujungpandan, Karanganyar, Guwosobokerto, Kedungsarimulyo, Welahan dan Desa Gedangan di Kecamatan Welahan.
Sementara untuk SWD II di Kabupaten Jepara melewati Desa Kedungmalang, Karangaji dan Tedunan di Kecamatan Kedung.
Kemudian Desa Kaliombo, Gerdu dan Batukali di Kecamatan Pecangaan. Desa Karanganyar, Sidigede, Guwosobokerto di Kecamatan Tahunan. (fik/war)
Editor : Alfian Dani