Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Di Rembang, Sambut Malam Suro dengan Ruwatan dan Jamasan Keris, Begini Prosesinya

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Sabtu, 6 Juli 2024 | 03:23 WIB

 

DIBERSIHKAN: Anggota Kumpulan Jawa Lasem menjamas keris saat kegiatan ruwatan menyambut 1 Suro. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)    
DIBERSIHKAN: Anggota Kumpulan Jawa Lasem menjamas keris saat kegiatan ruwatan menyambut 1 Suro. (VACHRI RINALDY L/RADAR KUDUS)  

REMBANG, RADARPATI.ID – Para anggota Kumpulan Jawa di Lasem, Rembang, bersiap menyambut malam 1 Suro.

Mereka mulai melaksanakan ruwatan dan jamas keris.

Anggota Kumpulan Jawa ini, biasa melaksanakan kegiatan di rumah Ernantoro, sesepuh Kumpulan Jawa yang berada di Desa Gedomgmulyo, Lasem.

Kemarin siang, area belakang rumah sudah ditata untuk persiapan acara ruwatan dan jamasan keris. Di sana sudah berjajar pusaka-pusaka yang siap dijamas.

Selain itu, juga ada wadah berisi kembang, dupa, dan kursi-kursi yang ditata untuk prosesi ruwatan yang dilaksanakan tadi malam.

Siang kemarin, Ernantoro menunjukkan gambaran prosesi ruwatan tersebut.

Sejumlah peserta diminta duduk di kursi yang telah disediakan. Mereka mengenakan kain putih yang dililitkan ke badan.

Kemudian, Ernantoro menjalankan serangkaian prosesi. Ia menyentuh bagian dahi peserta, setelah itu mengguyurkan air kembang ke peserta dari atas kepala beberapa kali.

Kemudian memotong sehelai rambut. Rambut tersebut lalu dimasukkan ke wadah berisi air kembang. Prosesi ini dilakukan bergantian dari satu peserta ke peserta lain.

Ernantoro menjelaskan, kegiatan ruwatan dan warangan (pembersihan keris) merupakan rangkaian dalam menyambut pergantian tahun Jawa. Prosesi ini dilaksanakan sehari sebelum malam 1 Suro.

Ernantoro mengatakan, acara ruwatan di tempatnya akan diikuti 34 peserta dari berbagai daerah. Mulai Rembang, Jember, dan Semarang.

”Kumpul sekitar pukul 19.00 (tadi malam). Semuanya akan saya ruwat," katanya. Setelah ruwatan, dilanjutkan dengan warangan dan pemberian wejangan.

Ia menambahkan, ruwatan memiliki makna pembersihan. Bahwa, manusia memiliki kekotoran dalam pikiran maupun di dalam hati. Sehingga hal tersebut perlu dibersihkan melalui ruwatan.

Rangkaian kegiatan menyambut malam 1 Suro juga masih berlangsung pada hari ini (6/7) yang merupakan malam 1 Suro.

Di rumah Ernantoro akan dilaksanakan pergelaran wayang kulit dengan mengundang Kevin, dalang cilik asal Lasem. (vah/lin)

Editor : Abdul Rochim
#Muharam #suro #Lasem #rembang