Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

BMKG Buka Sekolah Cuaca untuk Nelayan di Jepara, Ini Manfaatnya

Moh. Nur Syahri Muharrom • Selasa, 28 Mei 2024 | 21:02 WIB
PERUBAHAN IKLIM:  Para nelayan di Jepara bakal mendapat pelatihan pengenalan cuaca oleh BMKG. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)
PERUBAHAN IKLIM: Para nelayan di Jepara bakal mendapat pelatihan pengenalan cuaca oleh BMKG. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)


JEPARA, RADARPATI.ID – Para nelayan di Kabupaten Jepara akan diberi pelatihan pengenalan cuaca bulan depan.

Sekolah cuaca sebagai antisipasi kecelakaan melaut yang terjadi akibat cuaca buruk.

Pasalnya, saat ini kondisi cuaca di lautan mudah berubah sebagai dampak terjadinya perubahan iklim.

Itu disampaikan Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Mas Semarang Taruna Mona Rachman kemarin (27/5).

”Nelayan selama ini masih memakai cara ilmu titen. Sementara informasi dari BMKG kadang-kadang sudah kami buat, sudah kami bagikan, tapi tidak sampai ke nelayan. Selama ini dengan pola cuaca juga tidak menentu. Berubah-ubah, karena sekarang ini terjadi perubahan iklim ini faktornya membuat terjadi perubahan cuaca yang disebabkan pemanasan global,” papar Taruna.

Karena itu, tak ayal saat ini sering terjadi cuaca ekstrem yang terjadi. Sekolah cuaca itu, menurutnya penting bagi para nelayan.

Karena saat ini telah terjadi perubahan iklim yang berpengaruh banyak terhadap rutinitas cuaca. Itu juga menyebabkan ketidaksesuaian di lapangan dengan ilmu titen para nelayan.

Dengan sekolah itu, nelayan akan mengetahui cara membaca peta cuaca, termasuk di dalamnya peta dan jenis gelombang.

“Nelayan bisa menyesuaikan tempat mencari ikan sesuai ukuran dan jenis perahu,” tambahnya.

BMKG juga akan mengenalkan aplikasi yang bisa membantu nelayan untuk mengetahui daerah tangkapan ikan.

“Datanya kami peroleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Target kami, manfaat sekolah lapang cuaca ini akan mengubah kebiasaan nelayan dari mencari ikan, menjadi menangkap ikan,” tambahnya.

Taruna menambahkan, selain pelatihan pengenalan cuaca bagi nelayan sasaran lainnya adalah petani tambak di Jepara.

Itu seiring banyaknya tambak garam di Jepara. Berdasar data Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Jepara, luas tambak garam di Jepara pada tahun 2023 mencapai 562, 57 hektare.

Tambak ini dikelola 496 petambak garam. Produksi garam tahun selama tahun 2023 mencapai 56.563 ton. (rom/war)

Editor : Achmad Ulil Albab
#jepara #cuaca #Manfaatnya #bmkg #nelayan #sekolah